Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Headline

Wahai Developer, di Koridor Timur Jakarta, Rumah Rp300 Jutaan Pasarnya Gemuk Lho

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, mengatakan, salah satu faktor belum populernya Koridor Timur Jakarta sebagai kawasan hunian

Redaksi by Redaksi
January 15, 2020
in Headline, Korporasi, News
0
Wahai Developer, di Koridor Timur Jakarta, Rumah Rp300 Jutaan Pasarnya Gemuk Lho
0
SHARES
2
VIEWS

Jakarta, propertytimes.id – Koridor Timur Jakarta yang terintegrasi mulai dari Bekasi, Cikarang, Karawang hingga Purwakarta dalam satu dekade terakhir tak bisa dipungkiri telah menjelma menjadi primadona bagi pertumbuhan bisnis properti di kawasan greater Jakarta. Hal ini tak terlepas dari kuatnya economic base di koridor tersebut serta masifnya pembangunan infrastruktur yang mengelilinginya, sebut saja, Kereta Api Cepat Jakarta-Bekasi-Cikarang-Bandung, Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, APM Monorail, Tol Jakarta-Cikampek Elevated, hingga rencana pembangunan LRT Cawang-Bekasi Timur-Cikarang.

Bisa dimaklumi, jika sebesar 60% aktivitas perekonomian nasional saat ini berada di kawasan Koridor Timur. Tak heran, jika founder Lippo Group, Mochtar Riady sampai-sampai pernah mengatakan, jika kawasan Koridor Timur Jakarta merupakan Shenzen-nya Indonesia. Sayangnya, dibanding wilayah lainnya yang ada di pinggiran Jakarta, seperti koridor barat dan selatan, nyatanya berbagai kelebihan dari kawasan Koridor Timur justru belum mampu menaikkan kawasan ini sebagai hunian favorit masyarakat kelas menengah bawah maupun kelas menengah.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, mengatakan, salah satu faktor belum populernya Koridor Timur Jakarta sebagai kawasan hunian favorit dikarenakan terjadinya supply mismatch atau ketidakcocokan pasokan hunian yang terjadi saat ini. Menurut Ali, hunian yang paling dicari para end user di Koridor Timur saat ini adalah hunian dengan kisaran harga Rp300 jutaan hingga Rp700 jutaan. Sayangnya, hunian dengan kisaran harga tersebut justru sangat terbatas dan susah dicari sementara permintaannya cukup besar. “Salah satu faktornya adalah mismatch. Hal ini menjadi challenge sebenarnya bagi para developer untuk masuk ke produk-produk bersegmen menengah dan menengah bawah karena memang permintaannya yanag cukup besar,” jelas Ali, dalam acara Jakarta Eastern Corridor Market Highlight 2020, di Jakarta, Senin (13/01) lalu.

Ali menambahkan, meski pasar untuk hunian segmen menengah dan menengah bawah tersebut menjadi incaran para end user, bukan berarti ada jaminan jika pasar di segmen tersebut terbebas dari incaran para pembeli investor. Sebab, hal tersebut memang tidak ada larangan dan sah sah saja. “Yang menjadi pertanyaan, ketika segmen ini nantinya mulai banyak dikembangkan, apakah lantas segmen tersebut akan diserap seluruhnya oleh end user, tentu tidak ada jaminan. Namun yang pasti, segmen ini pasarnya sangat prospektif karena banyak diincar pembeli end user, sementara pasokannya saat ini justru sangat terbatas di kawasan tersebut,” sebut Ali. Zki

 

Previous Post

Antisipasi Meningkatnya Tren Compact Home, Intiland Hadirkan Klaster Acacia di Graha Natura

Next Post

FCORP Menangkan Kontrak Rp100 Miliar Bangun Jaringan Fiber Optik Pollux Habibie

Next Post
FCORP Menangkan Kontrak Rp100 Miliar Bangun Jaringan  Fiber Optik Pollux Habibie

FCORP Menangkan Kontrak Rp100 Miliar Bangun Jaringan Fiber Optik Pollux Habibie

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengembang Jepang Ini Akan Garap Proyek Kota Mandiri di Pinggiran Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id