Oleh karena itu, kualitas material menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan produk semacam ini. Vivace E menggunakan material polikarbonat tahan api yang diklaim mampu menahan panas tinggi tanpa memicu rambatan api.
Perangkat ini juga dilengkapi fitur pengaman otomatis pada bagian stopkontak. Mekanisme tersebut dirancang untuk mencegah benda asing masuk ke lubang stopkontak, terutama untuk mengurangi risiko sengatan listrik pada anak-anak. Bagi keluarga muda, aspek keamanan seperti ini mulai menjadi pertimbangan utama saat memilih perangkat rumah tangga.
Sutradara sekaligus pencipta konten gaya hidup, Kristo Immanuel, mengatakan rumah hari ini bukan hanya soal tampilan visual, tetapi juga rasa aman bagi penghuninya. “Kadang kita tidak terlalu memikirkan apa yang ada di balik dinding. Tapi justru perangkat seperti ini yang dipakai setiap hari,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Menurut Kristo, ketenangan di rumah sering kali lahir dari hal-hal kecil yang bekerja dengan baik tanpa disadari penghuninya. Selain keamanan, ketahanan penggunaan jangka panjang juga menjadi perhatian dalam industri properti. Sakelar dan stopkontak termasuk perangkat yang paling sering digunakan di dalam rumah. Oleh karena itu, daya tahan menjadi faktor penting, terutama untuk hunian dengan aktivitas tinggi.
Schneider mengklaim saklar Vivace E dirancang mampu digunakan hingga puluhan ribu kali tekan, sementara bagian stopkontaknya dibuat tetap stabil meskipun digunakan berulang kali dalam jangka panjang.
Tak hanya itu, di balik tampilannya, Vivace E juga dilengkapi dengan fitur safety shutter berstandar SNI dan bersertifikat International Electrotechnical Commission (IEC) dan sistem grounding yang memberikan perlindungan konsisten dalam penggunaan sehari-hari. Dengan demikian menjadikannya pilihan yang relevan tidak hanya bagi pemilik rumah, tetapi juga bagi pengembang properti yang menginginkan standar lebih tinggi.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas perumahan, pasar perangkat rumah tangga memang ikut berubah. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga desain, keamanan, dan daya tahan pada saat yang bersamaan.
Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia dan Timor-Leste, Martin Setiawan, mengatakan kebutuhan terhadap masyarakat perangkat rumah kini semakin berkembang. Menurut dia, konsumen tidak lagi ingin memilih antara desain atau keamanan. “Mereka ingin keduanya hadir dalam satu produk,” kata Martin.
Menariknya, pendekatan premium semacam ini kini tidak lagi identik dengan harga mahal. Vivace E dipasarkan mulai dari kisaran puluhan ribu rupiah, menyasar pasar rumah tangga hingga pengembang properti.
Bagi Nike Prima Dewi, pendiri Living Loving, rumah pada akhirnya memang dibangun dari detail-detail kecil yang membentuk kenyamanan sehari-hari. Hal-hal sederhana seperti tampilan dinding yang rapi atau perangkat yang terasa aman digunakan ikut mempengaruhi pengalaman tinggal di dalam rumah. “Detail kecil itu justru yang paling sering kita temui setiap hari,” ujarnya.
Di tengah tren hunian modern yang semakin menekankan keseimbangan antara fungsi dan estetika, perangkat kelistrikan tampaknya tidak lagi dipandang sebagai pelengkap semata. Sebab, tanpa disadari, materi ini mulai menjadi bagian dari cara orang membangun rasa nyaman di rumahnya sendiri.




