Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home High End

Tren Rumah Super Mewah di Pinggiran Jakarta dan Tantangan Pasar Sekundernya

Redaksi by Redaksi
November 24, 2025
in High End, HNWI, Lifestyle, News, Trend
0
Tren Rumah Super Mewah di Pinggiran Jakarta dan Tantangan Pasar Sekundernya

Ilustrasi rumah luxury

0
SHARES
17
VIEWS

Jakarta, Propertytimes.id – Tren penjualan rumah kategori luxury (super mewah) di kawasan pinggiran Jakarta kian marak dalam dua tahun terakhir. Menurut pengamat properti, fenomena ini pada dasarnya merupakan strategi developer untuk menawarkan optimisme terhadap kenaikan nilai properti kepada konsumen, atau keyakinan bahwa rumah yang dibeli suatu saat akan memiliki nilai setara dengan rumah-rumah mewah di pusat kota.

Menariknya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan kondisi pasar. Rumah super mewah yang dikembangkan di pinggiran Jakarta, baik di koridor timur, barat, maupun selatan, dinilai masih perlu dipertanyakan kekuatan pasar sekundernya. “Biasanya yang membeli rumah luxury di kawasan pinggiran adalah para pengusaha yang lokasi usahanya dekat dengan rumah tersebut. Pasarnya sangat spesifik dan tidak terlalu banyak,” kata Hendra Hartono, CEO Leads Property Service Indonesia dalam acara Media Briefing bertajuk “Tren Properti 2025 & Market Outlook 2025” yang digelar Leads Property Service di Artisan Lounge, SCBD, pertengahan November lalu.

BACA JUGA: Leads Property: Stabilitas Harga Tak Cukup Dongkrak Permintaan Apartemen Sewa di Jakarta

Kondisi ini, sebutnya, berbeda dari rumah-rumah luxury di kawasan elit Jakarta seperti Kemang, Menteng, dan Pondok Indah. Meski harganya tinggi, pasar segmen ini tetap stabil. Permintaan di pasar sekunder juga tetap ada karena kelangkaan lahan, prestise kawasan, serta akses yang dekat dengan berbagai pusat kegiatan kota.

“Rumah di kawasan elit Jakarta memiliki daya tarik dan nilai jangka panjang. Secondary market-nya hidup. Sementara di pinggiran, produk luxury sering kali dibangun lebih karena kebutuhan mengangkat citra kawasan,” ujar Hendra.

Melihat dinamika tersebut, dirinya mengusulkan pendekatan yang lebih realistis. Alternatif yang dinilai lebih berkelanjutan adalah menjual kavling berukuran besar ketimbang rumah luxury siap huni. “Misalnya menawarkan kavling cukup luas kisaran 3.000 meter persegi atau 5.000 meter persegi. Kavling dengan ukuran seperti itu sudah sangat langka di Jakarta. Kalaupun ada, harganya sudah selangit,” tuturnya.

Menurut Hendra, kavling besar memberikan fleksibilitas lebih kepada pembeli dan membuka ruang bagi pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang. Di saat lahan premium di Jakarta semakin terbatas, pilihan kavling luas di kawasan terencana pinggiran dapat menjadi peluang investasi yang lebih rasional sekaligus tetap menarik bagi pasar kelas atas. “Developer harus memastikan produknya benar-benar punya nilai, bukan sekadar harga tinggi,” pungkas Hendra.

 

Tags: DeveloperHendra Hartonoinvestasi propertikavling besarleads propertyPasar Sekunderpinggiran JakartaPropertirumah mewah
Previous Post

Permintaan Properti Industrial di Jabodetabek Meningkat, Didorong Ekspansi E-Commerce dan Relokasi Manufaktur

Next Post

PIA 2025: Mengapresiasi Para Visioner, Membangun Lanskap Properti Masa Depan

Next Post
PIA 2025: Mengapresiasi Para Visioner, Membangun Lanskap Properti Masa Depan

PIA 2025: Mengapresiasi Para Visioner, Membangun Lanskap Properti Masa Depan

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tatar Bungawari, Manifestasi Wellness dan Kematangan 25 Tahun Kota Baru Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id