Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Headline

Singapura Pimpin Penggalangan Dana IPO, Vietnam Cetak Rekor Baru

Tercatat sebanyak 102 IPO di enam bursa kawasan asia dengan total dana sekitar US$5,6 miliar

Redaksi by Redaksi
November 19, 2025
in Headline, Indonesia Stock Exchange, Korporasi, News, Trend, World
0
Singapura Pimpin Penggalangan Dana IPO, Vietnam Cetak Rekor Baru

Ilustrasi pasar saham Asia Tenggara. Foto: Nikkei montage/Source photo by Reuters

0
SHARES
15
VIEWS

Singapura, Propertytimes.id – Pasar penawaran umum perdana (IPO) di Asia Tenggara kembali menunjukkan denyut yang lebih kuat sepanjang 10,5 bulan pertama 2025. Mengutip laporan Deloitte, Selasa 18 November, tercatat sebanyak 102 IPO di enam bursa kawasan Asia dengan total dana sekitar US$5,6 miliar atau setara Rp91,3 triliun. Nilai ini melonjak 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun jumlah pencatatan menurun.

Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya penawaran berukuran besar, perubahan dinamika sektor, serta penguatan kinerja pasar di Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia. Adapun, sektor properti, jasa keuangan, dan barang konsumsi menjadi pendorong utama pertumbuhan nilai IPO.

Untuk perbandingan, total penggalangan dana IPO pada 2024 mencapai US$3,7 miliar atau sekitar Rp60,3 triliun dari 136 pencatatan. Sementara, pada 2023, nominalnya sebesar US$5,8 miliar atau Rp94,5 triliun dari 163 pencatatan.

Ukuran transaksi rata-rata tahun ini melonjak signifikan. Deloitte mencatat nilai rata-rata IPO naik dua kali lipat, dari US$27 juta (Rp440 miliar) pada 2024 menjadi US$55 juta (Rp896 miliar) pada 2025. Pendorong utamanya adalah empat IPO berukuran jumbo dari Singapura, Vietnam, dan Filipina yang masing-masing berhasil menghimpun lebih dari US$500 juta atau Rp8,1 triliun. Selain itu, terdapat sebelas IPO dengan kapitalisasi pasar di atas US$1 miliar atau sekitar Rp16,3 triliun.

BACA JUGA: Pasar Properti Diprediksi Bangkit di 2025, Vietnam Jadi Bintang Baru di Asia Tenggara

Deloitte menilai meningkatnya pencatatan perusahaan yang didukung private equity menjadi salah satu katalis utama yang menjaga arus modal tetap masuk dan meningkatkan kepercayaan investor.

Singapura menjadi pasar dengan total dana terbesar. Tercatat US$1,6 miliar atau sekitar Rp26,1 triliun berhasil dihimpun dari sembilan transaksi. Lonjakan ini utamanya disumbang dua IPO besar di sektor REIT, yakni NTT DC REIT dan Centurion Accommodation REIT, yang masing-masing meraup lebih dari US$500 juta atau sekitar Rp8,1 triliun.

Penguatan pasar modal Singapura diperkokoh oleh reformasi regulasi, sentimen positif investor, dan tren suku bunga rendah. Deloitte juga mencatat kenaikan harga IPO pada hari pertama perdagangan sebesar 12 persen, serta pertumbuhan year to date sekitar 29 persen.

Capital Markets Services Leader Deloitte Southeast Asia, Tay Hwee Ling menyatakan kebangkitan Singapura didorong masuknya IPO berkapitalisasi besar dan meningkatnya minat investor global. Ia menilai pipeline IPO 2026 sudah terlihat menjanjikan dengan rencana sejumlah perusahaan Asia Tenggara melakukan pencatatan silang di Singapura.

Selain Singapura, Vietnam menjadi salah satu pasar yang patut dicermati tahun ini. Dua IPO besar dari sektor jasa keuangan, yaitu Techcom Securities Joint Stock Company dan VP Bank Securities, secara kolektif menghimpun US$1 miliar atau Rp16,3 triliun. Ini menjadi titik balik pasar IPO Vietnam yang sejak 2018 cenderung stagnan. Regulasi baru, modernisasi infrastruktur pasar, dan peningkatan transparansi menjadi pendorong utamanya.

Malaysia Pimpin Jumlah IPO, Indonesia Fokus pada Transaksi Besar

Malaysia memimpin dari sisi volume dengan 48 IPO yang mengumpulkan US$1,1 miliar atau sekitar Rp17,9 triliun, sebagian besar dari ACE Market. Meski indikator nilai menurun dibanding tahun sebelumnya, Malaysia masih berada di jalur memenuhi target 60 IPO pada akhir 2025.

Sedangkan Indonesia mencatat 24 IPO dengan total dana US$921 juta atau sekitar Rp15 triliun. Fokus pasar bergeser ke transaksi bernilai tinggi, terutama di sektor energi dan sumber daya. Di antara IPO bernilai besar adalah PT Merdeka Gold Resource Tbk dan PT Chandra Data Investasi Tbk. Sektor properti juga bergerak melalui IPO PT Bangun Kosambi Sukses Tbk, sementara sektor konsumsi mendapat dorongan dari IPO PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk.

Menurut Tay Hwee Ling, investor di Indonesia semakin selektif dan menaruh perhatian pada perusahaan yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Ia menambahkan bahwa pipeline IPO kuartal IV 2025 yang mencakup sektor teknologi, logistik, dan keuangan berpotensi menarik perhatian apabila perusahaan tersebut menunjukkan profitabilitas.

Deloitte juga menyoroti bahwa perusahaan yang didukung private equity cenderung lebih matang dan siap memasuki pasar publik. Keterlibatan private equity mendorong kenaikan nilai IPO sebesar 54 persen meski jumlah pencatatan turun. Aktivitas paling mencolok berada di sektor infrastruktur digital, kesehatan, teknologi, dan ritel konsumsi.

Prospek 2026 Tetap Cerah

Memasuki 2026, Deloitte memandang prospek IPO Asia Tenggara tetap positif. Pemulihan 2025 ditopang penawaran berukuran besar, penguatan sektor real estate, energi, dan keuangan, serta dominasi Singapura sebagai pusat penggalangan dana regional. Malaysia dan Indonesia memimpin dari sisi volume, sementara Vietnam terus memperkuat ekosistem pencatatannya.

Thailand juga mencatat beberapa IPO berukuran kecil, dengan pengecualian IPO Mr. DIY Holding Thailand senilai US$174 juta atau sekitar Rp2,8 triliun. Meski ketidakpastian global masih membayangi, diversifikasi sektor, reformasi regulasi, dan minat investor yang tetap tinggi menjadi modal utama bagi pasar IPO kawasan untuk terus tumbuh. Deloitte mencatat sektor real estate menyumbang porsi terbesar dengan 33 persen total dana IPO, disusul sektor energi dan keuangan.

 

Tags: Deloitte Southeast AsiaIPO Asia TenggaraIPO IndonesiaIPO MalaysiaIPO Vietnampasar modal ASEANpasar modal regionalpasar saham Singapurapenggalangan dana IPOpipeline IPO 2026private equityREIT Singapurasektor energisektor keuangansektor properti
Previous Post

Summarecon Bukukan Penjualan Rp1,8 Triliun di Summarecon Expo 2025

Next Post

Permintaan Properti Industrial di Jabodetabek Meningkat, Didorong Ekspansi E-Commerce dan Relokasi Manufaktur

Next Post
Buyback and Exchange Offer Tuntas, Modernland Realty Pangkas Beban Utang Obligasi Luar Negeri Senilai Rp1,7 Triliun

Permintaan Properti Industrial di Jabodetabek Meningkat, Didorong Ekspansi E-Commerce dan Relokasi Manufaktur

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengembang Jepang Ini Akan Garap Proyek Kota Mandiri di Pinggiran Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id