Jakarta, Propertytimes.id – Pengembang properti PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk (KPII) selaku pemegang saham pengendali PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) menyelesaikan akuisisi 99,9% saham PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI) dengan nilai transaksi sekitar Rp174,8 miliar. Langkah korporasi ini menjadi fondasi utama ekspansi DADA ke segmen hunian tapak atau landed housing.
Tak hanya itu, melalui akuisisi tersebut, KPII resmi menjadi pengendali PKSI dan membuka peluang pengembangan proyek perumahan tapak di sejumlah kawasan potensial, khususnya wilayah penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan. Segmen ini dinilai masih memiliki permintaan yang kuat, terutama dari konsumen end user.
Ekspansi ke hunian tapak tersebut juga memperluas portofolio bisnis DADA yang selama ini lebih dikenal di pengembangan properti high rise dan strata title. Dengan demikian, struktur bisnis perseroan menjadi lebih berimbang, baik dari sisi produk maupun sumber arus kas.
BACA JUGA: DADA dan Sinyal Perubahan Persepsi Pasar di Awal Tahun
Direktur dan CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, menyampaikan bahwa akuisisi PKSI merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendali untuk memperkuat permodalan dan mengembangkan usaha secara terukur. “Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan rumah tapak di wilayah buffer city Jakarta, yang secara permintaan masih sangat potensial dan didominasi oleh kebutuhan end user,” ujar Bayu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1).
Menurut Bayu, bersama PKSI, KPII nantinya akan memfokuskan pengembangan perumahan tapak dengan konsep yang memiliki nilai tambah. Sebagai contoh, sebutnya, setiap proyek dirancang sebagai kawasan hunian terencana dengan desain rumah yang fungsional, harga yang terjangkau, serta fasilitas pendukung yang menunjang kualitas hidup penghuni.
Langkah akuisisi ini juga berlangsung di tengah membaiknya sentimen sektor properti nasional. Perpanjangan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% sepanjang 2026 dinilai Bayu memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk membeli hunian, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan sektor residensial.
Sejalan dengan langkah korporasi tersebut, pergerakan saham DADA menunjukkan penguatan sejak awal 2026. Dari level Rp50 per saham, harga saham perseroan bergerak naik hingga kisaran Rp67. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap ekspansi bisnis yang didukung oleh aksi korporasi berbasis fundamental.





