Serang, Propertytimes.id – Pedagang warteg, tukang bakso, dan penjual bubur ayam kini memiliki harapan untuk memiliki rumah layak huni melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang terbukti efektif untuk menjangkau sektor informal. Hal ini terungkap saat kunjungan Menteri Perumahan, Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait ke Perumahan Puri Harmoni Indah di Kota Serang, Banten, pada Sabtu (9/8/2025) lalu.
Kunjungan tersebut menarik perhatian Maruarar karena mayoritas penghuninya adalah pekerja di sektor informal. “Saya terharu program rumah subsidi di Kota Serang, Banten sangat dirasakan manfaatnya bagi rakyat kecil. Ada pedagang warteg, bubur ayam, dan bakso yang bisa memiliki rumah subsidi di Puri Harmoni Indah dengan KPR FLPP,” ujar Maruarar Sirait dilansir dari laman resmi Kementerian PKP, Senin (11/8).
Dalam kunjungannya, Menteri PKP juga menyempatkan diri mengunjungi salah satu rumah warga untuk memastikan kualitas bangunan seperti memeriksa kondisi dinding, membuka keran air, dan melihat fasilitas lingkungan. Dirinya juga sempat berdialog langsung dengan penghuni yang berstatus pekerja informal, seperti pedagang bakso, bubur ayam, dan pemilik warteg yang membelui rumah subsidi melalui skema KPR FLPP.
Tak hanya itu, dirinya juga memberikan bantuan masing-masing Rp4 juta sebagai tambahan modal usaha. “Saya minta kabar baik ini harus disebarluaskan kepada masyarakat bahwa pedagang warteg, bakso bahkan bubur ayam bisa miliki rumah subsidi,” tegasnya.
Menteri Maruarar juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh pada program perumahan, salah satunya mendorong Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp130 triliun.
Selain itu, program Bantuan Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang digratiskan. “Saya berharap pengembang perumahan juga semakin semangat membangun rumah subsidi karena Presiden Prabowo telah mengalokasikan kuota KPR FLPP untuk 350 ribu rumah subsidi dan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia,” ungkapnya.





