Bengaluru, Propertytimes.id – India dikabarkan menjadi negara dengan pasar real estat komersial paling tangguh di kawasan Asia-Pasifik, mengungguli negara-negara yang secara tradisional kuat seperti Tiongkok dan Australia. Sentimen pasar yang solid ini menempatkan India sebagai pemain kunci di tengah gejolak ekonomi global.
Dilansir dari laman portal berita eliteagent.com, survei Sentimen Pasar Asia Pasifik terbaru dari CBRE, India menunjukkan momentum berkelanjutan di sektor perkantoran, ritel, dan industri. Kondisi ini sangat kontras dengan sentimen yang melunak di beberapa pasar utama Asia Pasifik lainnya. Khususnya, antara September 2024 dan Juni 2025, yang menunjukkan Indeks Sentimen Pasar Perkantoran India melonjak di atas 70 persen, sekaligus menjadikannya tertinggi di antara semua negara di kawasan ini.
The Economic Times melaporkan bahwa ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan penyewa dan pertumbuhan sewa yang stabil, terutama di kota-kota besar seperti Bengaluru, Hyderabad, Delhi-NCR, dan Mumbai. Data CBRE untuk sektor perkantoran India pada Kuartal I 2025 menunjukkan aktivitas penyewaan bruto mencapai 18 juta kaki persegi di sembilan kota, meningkat 5 persen dari tahun sebelumnya.
Meskipun perpanjangan sewa tetap menjadi kontributor terbesar, permintaan yang didorong oleh perusahaan teknologi dan Pusat Kapabilitas Global (GCC) terus mendukung ekspansi. India dan Jepang menjadi satu-satunya pasar di mana tren ekspansi ini tetap kuat, sementara negara-negara seperti Korea dan Singapura menunjukkan penurunan aktivitas.
Sektor ritel India juga menunjukkan ketahanan yang kuat, dengan para peritel secara aktif mencari lokasi strategis di pusat-pusat kota besar yang memiliki footfall tinggi dan potensi keuntungan optimal. Meskipun volume penyewaan sedikit moderat, India tidak mengalami penutupan toko secara meluas, berbeda dengan beberapa pasar Asia Pasifik lainnya yang cenderung lebih berhati-hati dalam ekspansi dan konsolidasi. Riset CBRE mengindikasikan bahwa peritel di India tetap optimistis terhadap pertumbuhan jangka panjang, didukung oleh permintaan konsumen yang stabil dan kepercayaan di pusat-pusat perkotaan utama.
India adalah satu-satunya pasar di kawasan Asia-Pasifik di mana sentimen di ketiga sektor utama yaitu perkantoran, ritel, dan industri tetap di atas level netral, menurut survei tersebut. Ini mencerminkan ketahanan pasar yang luas dan peran India yang semakin besar sebagai tujuan strategis bagi para penyewa global. Sektor-sektor seperti teknologi, BFSI (perbankan, jasa keuangan, dan asuransi), dan GCC terus mendorong aktivitas permintaan dan transaksi yang sehat, didukung oleh proyek infrastruktur yang berkembang dan tren demografi yang menguntungkan.
Anshuman Magazine, Chairman dan CEO – India, Asia Tenggara, Timur Tengah & Afrika, CBRE, mengatakan, kinerja konsisten India di sektor perkantoran, ritel, dan industri memposisikannya sebagai pilar stabilitas utama dalam lanskap real estat Asia-Pasifik.
“Ketika penyewa global mengevaluasi kembali strategi regional mereka di tengah ketidakpastian ekonomi, India menawarkan proposisi menarik dengan permintaan yang tangguh, infrastruktur yang berkembang, dan dinamika yang menguntungkan pemilik lahan,” sebutnya.
Hal senada disampaikan Ada Choi, Head of Research untuk APAC di CBRE yang mencatat bahwa India berbeda dari negara-negara lain yang masih beradaptasi dengan tren pasca-pandemi. “Pasar komersial India, khususnya perkantoran, menunjukkan kekuatan dalam permintaan dan stabilitas sewa. Ini memposisikan negara ini untuk ekspansi berkelanjutan, terutama karena perusahaan global mendiversifikasi portofolio APAC mereka,” ujarnya.





