Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) tengah menjajaki kerja sama strategi dengan Yayasan Al Azhar Syifa Budi untuk mengembangkan institusi pendidikan berbasis internasional. Langkah ini merupakan bagian dari inovasi pemanfaatan aset guna mendongkrak nilai kawasan (nilai aset) di tengah tekanan daya beli masyarakat dan tingginya suku bunga.
Rencana kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara manajemen korporasi dengan yayasan di kantor Yayasan Al Azhar Syifa Budi, Jakarta, pekan ini. Dalam skema kerja sama yang tengah digodok, DADA akan berperan sebagai penyedia infrastruktur dan pengembang fasilitas, sementara Yayasan Al Azhar Syifa Budi mengelola aspek siklus serta operasional akademik.
Direktur Utama PT Diamond Citra Propertindo Tbk Adam Bilfaqih menjelaskan, integrasi fasilitas pendidikan ke dalam kawasan perumahan bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen strategi untuk menciptakan ekosistem yang produktif.
”Kami ingin menghadirkan ekosistem yang lengkap. Integrasi pendidikan berbasis internasional di proyek-proyek perseroan diharapkan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi penghuni maupun investor,” ujar Adam dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).
BACA JUGA: Strategi Plaza Convil Gaet Investor: Hadirkan Tenant Premium Dulce Cafe by Elise
Diferensiasi Proyek
Rencananya, fasilitas pendidikan tersebut akan dikembangkan secara bertahap di sejumlah proyek yang ada dan masa depan milik emiten ini, antara lain Dave Apartment dan Apple 3 Condovilla. Langkah ini dinilai sebagai upaya diferensiasi produk untuk menghadapi persaingan industri properti yang kian kompetitif.
Ketua Yayasan Al Azhar Syifa Budi, Hamid Chalid, menyambut baik potensi kolaborasi ini. Menurutnya, dukungan infrastruktur dari pengembang memungkinkan perluasan model pendidikan unggulan di lokasi-lokasi strategis yang memiliki pangsa pasar tetap (captive market).
Keterbukaan Informasi
Meski pembicaraan telah berjalan, Direktur PT Diamond Citra Propertindo Tbk Bayu Setiawan menegaskan bahwa hingga saat proses penjajakan ini masih bersifat non-mengikat. Perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan transparansi sesuai regulasi pasar modal.
“Proses penjajakan masih terus berjalan. Kami berkomitmen menyampaikan setiap perkembangan penting melalui kanal resmi keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata Bayu.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat struktur keuangan perseroan serta mendukung ekspansi proyek di masa depan. Di sisi lain, kehadiran institusi pendidikan ternama diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, yang pada akhirnya mendongkrak daya tarik investasi properti perseroan.




