Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Ekonomi Makro

Bank Indonesia: Inflasi Turun di Januari 2025

Redaksi by Redaksi
February 4, 2025
in Ekonomi Makro, News
0
Bank Indonesia: Inflasi Turun di Januari 2025

Ilustrasi inflasi

0
SHARES
14
VIEWS

Jakarta, Propertytimes.id – Pada Januari 2025, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, IHK bulan ini tercatat mengalami deflasi sebesar 0,76% (month-to-month/mtt). Dengan demikian, inflasi tahunan IHK juga menurun menjadi 0,76% (year-on-year/yoy), dari sebelumnya yang mencapai 1,57% (yoy).

Deflasi ini terutama disebabkan oleh kelompok harga yang diatur pemerintah, terutama tarif listrik. Menjaga inflasi tetap rendah merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter yang diterapkan, serta kolaborasi yang erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah (baik Pusat maupun Daerah) melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID). Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang telah dilaksanakan di berbagai daerah. “Bank Indonesia optimis bahwa inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% sepanjang tahun 2025,” ujar Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/2) kemarin.

Bank Indonesia mencatat, inflasi inti pada Januari 2025 tercatat sebesar 0,30% (mtt), meningkat dari 0,17% (mtt) pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini dipengaruhi oleh harga komoditas global yang meningkat serta pola musiman di awal tahun. Inflasi inti ini terutama dipengaruhi oleh harga minyak goreng, emas perhiasan, dan biaya sewa rumah. Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 2,36% (yoy), sedikit meningkat dari 2,26% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Inflasi Kelompok Volatile Food Meningkat

Kelompok volatile food juga mengalami inflasi sebesar 2,95% (mtt) pada Januari 2025, atau naik dari 2,04% (mtt) bulan lalu. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh harga aneka cabai dan daging ayam ras. Cuaca yang tidak menentu dengan curah hujan tinggi di beberapa daerah sentra produksi berkontribusi pada kondisi ini, yang berdampak pada produksi cabai dan juga meningkatkan biaya pakan dan bibit untuk daging ayam. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 3,07% (yoy), meningkat dari 0,12% (yoy) di bulan sebelumnya. Namun, ke depan, inflasi volatile food diharapkan tetap terkendali berkat kerja sama antara Bank Indonesia dan TPIP serta TPID melalui GNPIP.

Kelompok Administered Prices Mengalami Deflasi

Pada bulan Januari 2025, kelompok administered prices mengalami deflasi sebesar 7,38% (mtt), menurun dari inflasi sebesar 0,03% (mtt) pada bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh tarif listrik, berkat kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50% untuk pelanggan rumah tangga dengan daya sampai 2.200 VA, serta normalisasi tarif angkutan setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nataru. Secara tahunan, kelompok ini mencatat deflasi sebesar 6,41% (yoy), turun dari inflasi 0,56% (yoy) pada bulan sebelumnya.

 

Tags: Bank Indonesiaekonomi makroharga sembakoIndeks Harga Konsumeninflasi januari turun
Previous Post

Menghindari Penggusuran: Pelajaran Berharga dari Kasus Setia Mekar Residence 2 Bekasi

Next Post

Kota Deltamas Catat Prapenjualan Rp1,87 Triliun di 2024

Next Post
Pengembang Kota Deltamas Kantongi Marketing Sales Rp1,6 Triliun Sepanjang 2025. Kontributor utama ditopang sektor Data Center.

Kota Deltamas Catat Prapenjualan Rp1,87 Triliun di 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tatar Bungawari, Manifestasi Wellness dan Kematangan 25 Tahun Kota Baru Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id