Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Summarecon Agung Tbk (BEI: SMRA), melaporkan kinerja keuangan konsolidasiannya untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2025 dan perbandingan tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan mengalami penurunan laba pada paruh pertama 2025 dibandingkan periode sama tahun lalu, meski tetap menunjukkan kinerja yang solid secara keseluruhan.
Pada semester I-2025, Summarecon mencatat Pendapatan Neto sebesar Rp4,58 triliun. Angka ini mengalami penurunan sebesar 19,3% jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 yang mencapai Rp5,67 triliun. Laba kotor perusahaan juga turun dari Rp2,97 triliun di Semester I-2024 menjadi Rp2,29 triliun pada Semester I-2025. Demikian pula dengan Laba Usaha (Income from Operations) yang menyusut dari Rp2,23 triliun menjadi Rp1,37 triliun.
BACA JUGA: Kinerja Moncer di Usia Emas, Pendapatan dan Laba Summarecon Cetak Rekor Tertinggi
Adapun, Laba Periode Berjalan (Profit for the Period) yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk (pemegang saham) pada Semester I-2025 tercatat sebesar Rp503,51 miliar. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan capaian Semester I-2024 yang sebesar Rp753,68 miliar.
Meski menunjukkan perlambatan di paruh pertama 2025, laporan ini sekaligus mengonfirmasi kinerja kuat Summarecon sepanjang tahun 2024. Pada tahun lalu, perusahaan berhasil membukukan Pendapatan Neto sebesar Rp10,62 triliun atau melompat cukup jauh dari Rp6,65 triliun di 2023. Laba tahun berjalan untuk pemilik entitas induk pada 2024 juga tercatat sebesar Rp1,37 triliun, hampir dua kali lipat dari posisi 2023 yang sebesar Rp765,97 miliar.





