Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), emiten properti dengan fokus di sektor residensial dan komersial, membukukan laba bersih sebesar Rp241,2 miliar pada semester I-2025. Angka ini tumbuh 10,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp219,0 miliar.
Laba bersih tersebut berasal dari pendapatan usaha yang relatif stabil sebesar Rp837,0 miliar, atau naik tipis 0,2 persen dari semester pertama 2024. Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/7), MTLA mencatatkan laba bruto sebesar Rp436,7 miliar, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp416,5 miliar. Dari sisi beban operasional, perusahaan mencatat beban pemasaran sebesar Rp47,7 miliar dan beban administrasi sebesar Rp135,0 miliar. Beban final pajak tetap berada di kisaran Rp34,6 miliar.
BACA JUGA: Tumbuh 12,37%, Metland Bukukan Laba Bersih Rp469 Miliar di 2024
MTLA juga membukukan keuntungan lain-lain bersih sebesar Rp17,9 miliar, meningkat signifikan dari Rp5,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham dasar meningkat menjadi Rp27,21 dari sebelumnya Rp24,19.
Di sisi neraca, total aset perusahaan mencapai Rp7,6 triliun per 30 Juni 2025, naik dari Rp7,4 triliun pada akhir 2024. Aset lancar mencapai Rp4,26 triliun, ditopang oleh kas dan setara kas sebesar Rp688 miliar serta aset real estat senilai Rp3,24 triliun.
Liabilitas jangka pendek perusahaan tercatat sebesar Rp1,1 triliun, sementara liabilitas jangka panjang naik menjadi Rp753,4 miliar seiring peningkatan utang bank jangka panjang dari Rp376,5 miliar menjadi Rp599,1 miliar. Total ekuitas naik menjadi Rp5,74 triliun, didukung pertumbuhan saldo laba dan peningkatan kepentingan nonpengendali.
Dari sisi arus kas, perusahaan mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp35,7 miliar, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp117,4 miliar. Penurunan ini sejalan dengan tingginya belanja modal untuk akuisisi properti dan pembebasan lahan yang mencapai lebih dari Rp70 miliar.
Begitupun, MTLA tetap mampu menjaga likuiditas melalui pendanaan bank. Perusahaan memperoleh tambahan utang bank jangka panjang senilai Rp295 miliar dan membayar sebagian utang jangka pendek senilai Rp235 miliar.





