Singapura, Propertytimes.id – Perusahaan konsultan properti dan manajemen investasi global JLL (NYSE: JLL) resmi meluncurkan Global Property Expo | Singapore 2025, sebuah pameran internasional perdana yang akan berlangsung pada 18 hingga 20 Juli 2025 di Sands Expo & Convention Centre, Singapura. Acara ini akan menjadi ajang temu bisnis berskala global, mempertemukan para pengembang properti terkemuka dan investor residensial dari berbagai belahan dunia di jantung kawasan Asia Pasifik.
Global Property Expo 2025 dirancang sebagai platform strategis untuk mengeksplorasi peluang investasi properti residensial premium dari sejumlah pasar utama dunia, termasuk Australia, Jepang, Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Eropa. Pameran ini akan menampilkan pilihan proyek residensial terkurasi, memberikan akses langsung kepada investor terhadap berbagai jenis aset properti global dengan profil risiko dan karakteristik pasar yang beragam.
Selain pameran, rangkaian acara akan mencakup dua sesi konferensi yang membahas topik-topik kunci seputar investasi properti berkelanjutan, pemanfaatan teknologi properti (PropTech), serta pengembangan infrastruktur kota cerdas. Konferensi ini juga akan menghadirkan pembicara ahli dari berbagai bidang yang akan membagikan wawasan mendalam mengenai tren global, strategi penciptaan kekayaan melalui properti, dan opsi pembiayaan alternatif. Seluruh kegiatan tersebut akan memberikan nilai tambah bagi investor dan pelaku industri yang ingin memperluas portofolio mereka secara internasional.

Menurut James Puddle, Head of International Residential JLL untuk Asia Tenggara, investor properti internasional kini menunjukkan tingkat kecanggihan yang lebih tinggi, dengan kebutuhan akan diversifikasi instrumen dan eksposur terhadap berbagai pasar global. Ia menyebut bahwa Global Property Expo menjadi sarana penting yang menjembatani kebutuhan investor dengan portofolio proyek-proyek residensial unggulan di pasar global. Puddle juga menegaskan bahwa kehadiran acara ini sangat relevan dengan perkembangan pasar Asia Pasifik yang sedang mengalami pertumbuhan signifikan.
Singapura dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena perannya yang semakin sentral dalam transaksi properti lintas negara. Data dari MSCI menunjukkan bahwa pada 2023, investor asal Singapura mencatatkan total investasi sebesar US$25,3 miliar di sektor properti internasional, dengan pengeluaran per kapita yang lebih tinggi hingga 40 kali lipat dibandingkan investor asal Amerika Serikat. Tren ini berlanjut pada 2024, dengan lonjakan investasi properti Asia Pasifik sebesar 23 persen, didorong oleh aktivitas tinggi di Jepang, Korea Selatan, Australia, India, dan Singapura sendiri.
Puddle menambahkan bahwa Singapura sangat layak menjadi tuan rumah acara ini karena memiliki infrastruktur, ekosistem investasi, serta posisi strategis sebagai pusat keuangan dan bisnis kawasan. JLL berharap Global Property Expo dapat berkembang menjadi ajang tahunan berskala internasional yang memperkuat posisi Singapura sebagai gerbang utama investasi properti residensial global.





