Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), mencatatkan penurunan signifikan pada kinerja keuangan kuartal I-2025. Perusahaan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp32,18 miliar, merosot 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp42,71 miliar.
Pelemahan kinerja terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha. Sepanjang tiga bulan pertama 2025, ASRI hanya mengantongi pendapatan sebesar Rp567,33 miliar, terjun 40,1 persen dari kuartal I/2024 yang mencapai Rp947,28 miliar. Penurunan ini terjadi di tengah masih lesunya permintaan di sektor properti dan terbatasnya penjualan proyek baru.
Beban pokok pendapatan pun turun menjadi Rp222,37 miliar dari Rp466,28 miliar. Namun, efisiensi ini belum cukup mengimbangi tekanan pada lini pendapatan. Laba bruto ASRI tercatat sebesar Rp344,95 miliar, turun 29,7 persen secara tahunan (year-on-year).
Beban usaha juga meningkat, khususnya pada pos beban umum dan administrasi yang naik menjadi Rp114,58 miliar dari sebelumnya Rp100,94 miliar. Beban bunga dan keuangan lainnya tercatat sebesar Rp167,51 miliar, sedikit turun dari Rp227,10 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi bawah, laba sebelum pajak turun menjadi Rp35,29 miliar, sementara beban pajak naik menjadi Rp3,10 miliar. Alhasil, laba bersih per saham dasar ASRI tercatat Rp1,63, lebih rendah dibandingkan kuartal I/2024 sebesar Rp2,14.
Meski demikian, total penghasilan komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk masih mencapai Rp32,08 miliar, didorong oleh penyesuaian liabilitas imbalan kerja karyawan. Kinerja ini menjadi cerminan tantangan yang dihadapi sektor properti tahun ini, di tengah kenaikan suku bunga acuan dan perlambatan daya beli masyarakat kelas menengah.





