Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
Home Headline

Kementerian PKP Catat Penyaluran KUR Perumahan Rp29,17 Triliun atau 70,85 Persen dari Target

Redaksi by Redaksi
November 3, 2026
in Headline, Hunian, Kementerian Perumahan dan Pemukiman, News, Perumahan Rakyat
0
Kementerian PKP

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Foto: Istimewa / kedaipena

0
SHARES
15
VIEWS

JAKARTA, Propertytimes.id – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melaporkan realisasi penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan hingga 1 November 2026 mencapai sekitar Rp29,17 triliun. Pembiayaan itu telah disalurkan kepada 119.790 debitur, atau mencapai 70,85 persen dari target Rencana Target Penyaluran (RTP) Tahun 2026.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menyampaikan capaian tersebut dalam pemaparan perkembangan realisasi Kredit Program Perumahan atau KUR Perumahan di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (2/11/2026).

“Hingga 1 November 2026, realisasi penyaluran pembiayaan tersebut mencapai sekitar Rp29,17 triliun. Pembiayaan telah disalurkan kepada 119.790 debitur dan mencapai 70,85 persen dari target Rencana Target Penyaluran (RTP) Tahun 2026,” ujar Sri, sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementerian PKP, Selasa (3/11).

Menurut Sri, capaian itu menunjukkan peran pembiayaan dalam mendukung ekosistem perumahan nasional, termasuk kegiatan usaha yang berkaitan dengan pembangunan dan penyediaan hunian. Kementerian PKP menyatakan terus mendorong optimalisasi penyaluran KUR Perumahan melalui koordinasi dengan lembaga keuangan dan pemangku kepentingan terkait.

“Percepatan ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha,” katanya.

BACA JUGA: Memasuki Kuartal IV, Penyerapan Sektor Teknis Kementerian PKP Belum Optimal

Penyampaian Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2026 disebut sebagai bagian dari komitmen Kementerian PKP untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan pemerintah memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Evaluasi mencakup realisasi keuangan, progres fisik pembangunan, capaian program bantuan perumahan, pembangunan rusun, penyediaan huntap pascabencana, serta penyaluran pembiayaan rumah subsidi dan KUR Perumahan.

Kementerian PKP menyatakan akan memperkuat pengawasan, koordinasi lintas sektor, dan pengendalian pelaksanaan program untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan secara transparan, akuntabel, tepat mutu, tepat biaya, tepat waktu, dan tepat sasaran.

Kementerian itu juga menyampaikan komitmen mempercepat penyediaan hunian yang layak, aman, sehat, dan terjangkau bagi masyarakat di seluruh Indonesia, sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Kementerian PKP menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, mitra kerja, lembaga keuangan, pelaksana pembangunan, serta media massa yang terus mendukung dan mengawal pelaksanaan program perumahan rakyat,” tandasnya.

Sisa Target Jadi Tantangan

Capaian 70,85 persen per awal November menyisakan pekerjaan rumah. Berdasarkan perhitungan persentase dari angka yang telah disalurkan, sekitar 29,15 persen target RTP 2026 masih harus dikejar dalam dua bulan tersisa hingga akhir tahun. Dengan asumsi target RTP 2026 tetap, total target diperkirakan berada di kisaran Rp41 triliun, sehingga sisa yang perlu disalurkan sekitar Rp12 triliun. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan persentase capaian, bukan angka resmi yang disebutkan dalam laporan Kementerian PKP.

Sejumlah tantangan masih membayangi percepatan penyaluran, mulai dari proses verifikasi calon debitur, kesiapan lembaga keuangan di daerah, hingga akses informasi bagi masyarakat terhadap skema KUR Perumahan. Tanpa percepatan yang signifikan, target penyaluran berpotensi tidak tercapai.

Keterbukaan data sebaran penyaluran per wilayah dan profil debitur dinilai penting agar publik dapat menilai apakah pembiayaan benar-benar menjangkau kelompok sasaran. Data tersebut juga diperlukan untuk memastikan penyaluran tidak sekadar mengejar angka, tetapi turut mendorong penyediaan hunian yang terjangkau.

Tags: debitur KURkementerian PKPKUR Perumahanpembiayaan perumahanProgram 3 Juta Rumahrumah subsidiSri Haryatitarget penyaluran
Previous Post

Ditopang Portofolio Komersial, Pendapatan Pakuwon Jati Naik Jadi Rp5,21 Triliun hingga Kuartal III-2026

Next Post

Leads Property Catat Penjualan Kondominium Jakarta Melambat pada Q3 2026

Next Post
RUPST PT Modernland Realty Tbk. 2024: Setujui Laporan Tahun Buku 2023

Leads Property Catat Penjualan Kondominium Jakarta Melambat pada Q3 2026

PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id