Bogor, Propertytimes.id – Tingginya kebutuhan masyarakat urban akan hunian yang menawarkan keseimbangan antara harga yang terjangkau, akses transportasi yang mudah, serta lingkungan yang nyaman terus mendorong sejumlah pengembang untuk memperluas pasokan rumah di kawasan penyangga Jakarta, salah satunya koridor Kota Bogor.
Dalam beberapa tahun terakhir, misalnya. Kawasan ini mencatatkan tren permintaan yang positif, baik dari kalangan pembeli rumah pertama (first home buyer) maupun investor properti. Didukung infrastruktur yang terus berkembang dan konektivitas menuju Jakarta yang semakin baik, Kota Bogor dinilai memiliki prospek jangka panjang sebagai kawasan hunian.
Menangkap peluang tersebut, Gapuraprima Group resmi meluncurkan proyek hunian terbarunya, Cluster Savana Hills, yang berada di kawasan terpadu Bukit Cimanggu City, Bogor. Pengembangan kawasan hunian eksklusif ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 3 hektar dengan total ketersediaan 138 unit rumah.
Mengusung konsep gaya arsitektur American Classic yang elegan dan timeless, Savana Hills dirancang khusus untuk memenuhi standar hidup keluarga modern yang mendambakan privasi, efisiensi tata ruang, serta suasana alam yang asri berlatar pemandangan Gunung Pangrango.
Direktur Gapura Prima Group, Rudy Kurniawan, menyampaikan bahwa langkah ekspansi melalui peluncuran produk anyar ini selaras dengan arah pertumbuhan kawasan Kota Bogor yang kian memikat bagi para pencari rumah pertama maupun investor properti.
“Kota Bogor merupakan kawasan yang terus berkembang pesat dengan kualitas udara yang masih sangat bersih serta memiliki konektivitas yang makin mudah dari Jakarta. Hal ini menjadikan Bogor sebagai lokasi hunian yang sangat ideal bagi keluarga muda. Kami melihat potensi pasar di koridor ini masih sangat besar, sehingga Savana Hills hadir untuk memberikan solusi tempat tinggal berkualitas tinggi sekaligus instrumen investasi yang prospektif,” ujar Rudy Kurniawan.
Rumah Type 70/120 di cluster Savana Hills at Bukit Cimanggu City, Bogor
Dirinya menambahkan, Savana Hills dihadirkan dengan fleksibilitas tata ruang melalui konsep rumah tumbuh. “Skema ini memberikan keleluasaan bagi pemilik rumah untuk melakukan pengembangan bangunan secara bertahap di masa depan sesuai dengan dinamika kebutuhan keluarga,” pungkas Rudy.
Sementara itu, General Manager (GM) Marketing Bukit Cimanggu City, Kris Banarto, menjelaskan bahwa pada tahap awal pemasaran, pihak pengembang melepas sebanyak 50 unit hunian dengan target penyerahan unit secara bertahap kepada konsumen pada Desember 2026.
“Savana Hills kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat urban yang mendambakan rumah nyaman dengan lahan luas, lingkungan hijau, serta nilai investasi yang terus berkembang. Pada pengembangan awal ini kami memfokuskan penjualan tahap pertama sebanyak 50 unit,” kata Kris Banarto.
Menurut Kris, terdapat dua tipe utama yang ditawarkan pada kluster ini. Tipe pertama adalah Tipe Vista dengan luas bangunan 55 meter persegi dan luas tanah 105 meter persegi, mencakup dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta area carport untuk dua mobil yang dipasarkan mulai dari harga Rp900 jutaan.
Sementara, Tipe kedua yaitu Tipe Alta yang memiliki luas bangunan 70 meter persegi dan luas tanah 120 meter persegi, dilengkapi tiga kamar tidur, dua kamar mandi, serta carport dua mobil, dengan banderol mulai dari Rp1,1 miliar.
Selain itu, untuk mempermudah kepemilikan unit, Bukit Cimanggu City menyiapkan skema pembiayaan yang terjangkau. Program promo yang ditawarkan meliputi kemudahan uang muka mulai dari Rp20 juta, cicilan bulanan berkisar mulai Rp5 jutaan, insentif pembebasan PPN 100 persen, hingga fasilitas hadiah berupa voucher belanja bagi para pembeli.
Kinerja Penjualan Stabil
Kinerja komersial kawasan Bukit Cimanggu City mencatatkan tingkat penjualan yang sangat stabil di angka rata-rata Rp20 miliar per bulan dengan rata-rata kenaikan harga properti sebesar 5 persen per tahun. Pertumbuhan ini didorong oleh beragam lini produk unggulan seperti Savana Hills, Cluster Monteverde seharga Rp2 miliaran, serta kawasan komersial Ruko New Prominent 2 dua lantai seharga Rp1,4 miliaran.
Kris Banarto menambahkan bahwa dari total penguasaan lahan kawasan, saat ini masih tersisa sekitar 30 hektar cadangan lahan yang siap dikembangkan secara berkelanjutan di masa mendatang, termasuk agenda rencana pembangunan hunian satu lantai dengan ceruk harga di kisaran Rp700 jutaan guna menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
“Kekuatan utama Bukit Cimanggu City terletak pada posisinya yang strategis dengan infrastruktur serba nol kilometer dari pintu Tol Lingkar Bogor (BORR), waktu tempuh 15 menit menuju Stasiun KRL, serta ditunjang oleh moda transportasi publik langsung seperti Bus Transjabodetabek dan Bus Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Kris.
Selain keunggulan aksesibilitas, kawasan ini telah dilengkapi fasilitas berskala kota yang beroperasi, meliputi Hotel Swiss-Belcourt, wahana rekreasi Marcopolo Water Park, pusat kebugaran dan lapangan tenis, kolam renang, jaringan klinik dan Puskesmas, Polsek, Koramil, pusat belanja dan ATM center, jalur jogging track, hingga area bermain anak.