Jakarta, Propertytimes.id – Struktur kepemilikan PT Intiland Development Tbk (DILD) mengalami perubahan signifikan. Investor asing, Hope Diamond Management Ltd, resmi tercatat sebagai pemegang saham mayoritas baru setelah mengakuisisi saham dalam jumlah besar.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (6/7), Hope Diamond Management Ltd melaporkan kepemilikan sahamnya di emiten properti berkode saham DILD itu mencapai 2.368.915.300 unit atau setara dengan 22,85% hak suara.
Transaksi pembelian saham dilakukan pada 10 Juni 2026 dengan harga pelaksanaan Rp119 per saham. Aksi korporasi ini dikategorikan sebagai pembelian (repurchase) untuk tujuan investasi . Sebelum transaksi, investor tersebut tidak tercatat memiliki saham Intiland.
BACA JUGA: Sektor Kawasan Industri Kerek Pendapatan Usaha Intiland Tahun 2025
Dengan kepemilikan yang melampaui batas 20%, Hope Diamond Management otomatis menyandang status sebagai pemegang saham pengendali baru. Namun, dalam laporannya, pihak manajemen menyatakan tidak berniat untuk mempertahankan kendali atas perseroan .
Langkah agresif ini bukanlah yang pertama kali dilakukan Hope Diamond terhadap saham Intiland. Sebelumnya, investor ini telah mengakumulasi saham sejak awal Juni 2026. Pada 2 Juni, tercatat pembelian 970 juta saham (9,36%), disusul tambahan 434,87 juta saham (4,20%) keesokan harinya, yang kala itu total kepemilikannya mencapai 13,55% .
Nama “Hope Diamond” sendiri tidak memiliki kaitan dengan perusahaan atau yayasan museum di Amerika Serikat yang mengelola batu permata terkenal. Adapun, Intiland sendiri merupakan pengembang properti terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1983. Pengembang ini memiliki portofolio yang terdiversifikasi, mulai dari kawasan hunian dan apartemen (real estate), sewa gedung perkantoran (seperti Intiland Tower), hotel, hingga pengelolaan kawasan industri seperti Ngoro Industrial Park di Jawa Timur .




