Balikpapan, Propertytimes.id – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan interaksi antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dengan seorang pengembang perumahan di Balikpapan, Kalimantan Timur, sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, Maruarar secara terbuka mendapati fakta bahwa proses administrasi untuk pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih dibebani biaya.
Kejadian ini berlangsung saat kunjungan kerja Menteri PKP di Balikpapan pada Selasa (5/5/2026) lalu. Di hadapan sejumlah pejabat, termasuk Rudy Mas’ud, Gubernur Kalimantan Timur. Ara awalnya melontarkan pertanyaan kepada audiens mengenai durasi dan kemudahan birokrasi saat ini. Dirinya meminta jawaban jujur apakah prosesnya dirasakan cepat atau justru lambat.
Seorang pengembang perumahan subsidi kemudian memberikan pernyataan yang memicu riuh hadirin. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, administrasi seperti BPHTB dan PBG masih berstatus wajib bayar di tingkat daerah. Pengembang tersebut juga mengaku bahwa kendala di lapangan sering kali tidak seindah kebijakan yang digulirkan di tingkat pusat, terutama terkait biaya yang harus dikeluarkan untuk pemenuhan dokumen legalitas.
BACA JUGA: Rp5,1 Triliun Anggaran Kementerian PKP Masih Berstatus Blokir
Merespons curhatan tersebut, Maruarar Sirait meminta komitmen transparansi dari semua pihak. Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, hambatan birokrasi yang membebani rakyat kecil harus segera dipangkas. Maruarar menekankan bahwa tujuan utamanya turun ke lapangan adalah untuk memastikan bahwa program penyediaan rumah tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi juga benar-benar dirasakan kemudahannya oleh pengembang dan masyarakat.
Momen ini menjadi viral setelah diunggah oleh beberapa akun Instagram salah satunya @kaltimtoday.co. Video tersebut mendapatkan beragam reaksi dari warganet yang berharap adanya pembenahan sistemik agar biaya hunian bagi masyarakat kelas bawah dapat ditekan melalui penghapusan biaya-biaya administratif yang tidak perlu.





