Jakarta, Propertytimes.id – Emiten pengembang properti PT Indonesian Paradise Property Tbk atau yang dikenal dengan branding Paradise Indonesia optimistis akan mencatatkan lonjakan pendapatan yang positif pada kuartal kedua tahun 2026.
Pertumbuhan ini ditopang oleh pengakuan pendapatan dari proyek-proyek strategis yang akan segera beroperasi, salah satunya pusat perbelanjaan 23 Semarang di Jawa Tengah.
Direktur INPP, Surina, menuturkan, bahwa perusahaan kini mulai memanen hasil dari pembangunan yang telah berjalan selama dua hingga tiga tahun terakhir. Menurut Surina, model bisnis ini memang dirancang untuk menjaga keberlanjutan pendapatan jangka panjang melalui pembukaan proyek-proyek baru secara berkala.
“Target pertumbuhan tahun ini dipatok pada level dua digit atau melampaui pertumbuhan organik tahunan yang biasanya berada di kisaran 8 hingga 10 persen,” ujar Surina dalam acara media gathering INPP Q2 2026 sekaligus Pengumuman Journalist Writing Competition (JWC) 2026 yang digelar di FX Sudirman, Jakarta, Senin (11/5).
BACA JUGA: Paradoks Paradise Indonesia: Tak Jor-joran Belanja Lahan, Sukses Menghidupkan Banyak Ruang
Menurut Surina, Paradise Indonesia sebenarnya setiap tahun selalu memulai proyek baru yang nantinya akan dioperasikan pada tahun kedua atau ketiga. Hal ini menjadi bagian dari strategi pendapatan berulang (recurring income) untuk jangka panjang bagi perseroan.
Sementara itu, CEO Paradise Indonesia, Anthony Prabowo Susilo, menegaskan bahwa kuartal II-2026 akan menjadi momentum penting bagi kinerja keuangan perusahaan. Lonjakan tersebut terutama berasal dari sektor komersial seiring dengan dimulainya operasional proyek di Semarang.
“Dalam kuartal kedua nanti akan ada lonjakan revenue terutama dari komersial, karena 23 Semarang akan kita bukukan secara akrual berdasarkan tahunnya. Jadi tahun ini kita akan mulai membukukan, sehingga 23 Semarang akan memberikan sumbangsih di tahun ini,” kata Anthony.
Proyek 23 Semarang sendiri mengusung konsep leisure destination seluas 48.000 meter persegi dengan tingkat okupansi lahan sewa yang telah mencapai 80 persen. Anthony menjelaskan bahwa keputusan memperluas area sewa diambil setelah melalui studi mendalam yang menunjukkan tingginya permintaan pasar terhadap ruang gaya hidup dan kuliner.
Selain di Semarang, untuk tahun ini Paradise Indonesia jugaakan memperkuat basis pendapatan berulang melalui optimalisasi aset perhotelan di Jakarta, Batam, dan Yogyakarta. Di Jakarta, perusahaan menambah kapasitas kamar di hotel Harris fX Sudirman untuk menangkap peluang dari tingginya tingkat hunian.
“Strategi ini tentunya dibarengi dengan efisiensi operasional dan pengelolaan beban utang yang ketat, di mana perusahaan saat ini tidak memiliki beban utang dalam mata uang dollar AS guna menghindari risiko fluktuasi nilai tukar,” pungkas Anthony.





