Singapore, Propertytimes.id – Unit bisnis penginapan milik CapitaLand Investment, The Ascott Limited (Ascott), mencatatkan rekor performa tertinggi dalam sejarah perusahaan untuk wilayah Asia Tenggara sepanjang tahun 2025. Perusahaan melaporkan penandatanganan kontrak baru sebanyak lebih dari 7.300 unit di kawasan ini, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 55 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang berjumlah 4.700 unit.
Lonjakan signifikan tersebut menempatkan Ascott ke dalam jajaran tiga besar perusahaan perhotelan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara berdasarkan data Horwath HTL. Saat ini, portofolio regional Ascott mencakup lebih dari 200 properti operasional serta sekitar 150 properti yang sedang dalam tahap pengembangan di berbagai segmen pasar.
Sebagaimana dilansir dari Hospitalitynet.org, Senin (20/4), momentum ekspansi ini didukung oleh fundamental pariwisata Asia Tenggara yang dinilai sangat tangguh setelah pemulihan pascapandemi. Pertumbuhan perjalanan intra-ASEAN, peningkatan belanja wisatawan, serta konektivitas antarnegara yang semakin baik menjadi faktor pendorong utama bagi para pemilik properti untuk bermitra dengan operator internasional yang memiliki jaringan distribusi luas.
Chief Growth Officer Ascott, Serena Lim, menjelaskan bahwa ekspansi yang dilakukan bersifat sengaja dan dipimpin oleh permintaan pasar. Menurut dia, para pemilik properti memberikan apresiasi tinggi terhadap model hibrida fleksibel yang ditawarkan perusahaan. Melalui strategi multi-tipologi, Ascott telah melampaui warisan bisnis apartemen servis dengan merambah ke berbagai jenis akomodasi lain untuk menangkap peluang yang lebih luas.
BACA JUGA: Ekspansi ke Batam, Pakuwon Jati Gandeng The Ascott Limited Untuk Kelola Ascott Batam
Dalam kurun waktu 12 bulan ke depan, perusahaan menargetkan pembukaan lebih dari 25 properti baru di beberapa lokasi strategis. Langkah ini juga melibatkan perluasan jangkauan ke 20 kota baru di luar pasar utama, termasuk Medan dan Labuan Bajo di Indonesia, serta Phuket dan Hat Yai di Thailand. Pengembangan ini diharapkan memperkuat kehadiran merek-merek di bawah naungan Ascott seperti Citadines, lyf, Oakwood, dan The Crest Collection.
Selain pembangunan gedung baru, Ascott mengandalkan strategi konversi aset dan proyek brownfield yang mencakup sekitar 30 persen dari total rencana pengembangan. Skema konversi ini memungkinkan perusahaan untuk mempercepat waktu masuk ke pasar dengan mengubah posisi aset properti yang sudah ada. Beberapa proyek konversi yang dijadwalkan beroperasi dalam waktu dekat antara lain Citadines Mitra Bandung dan Oakwood Pandanaran Semarang.
Chief Strategy Officer sekaligus Managing Director Ascott Asia Tenggara, Wong Kar Ling, menambahkan bahwa pelaksanaan eksekusi yang disiplin menjadi fokus utama dalam mengelola gelombang pembukaan properti mendatang. Pihaknya menyatakan optimisme terhadap ekspansi ke destinasi resor yang akan memperkaya pilihan bagi anggota program loyalitas Ascott Star Rewards.
Salah satu proyek mercusuar dalam rencana ini adalah Ascott Tay Ho Hanoi di Vietnam yang diproyeksikan menjadi hotel pusat kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) terbesar milik perusahaan. Selain itu, pembukaan Lasong Hotel & Villas Sam Son di Vietnam pada 24 April 2026 juga akan menandai debut resor kesehatan baru di pesisir utara negara tersebut. Upaya ini mempertegas posisi Asia Tenggara sebagai mesin pertumbuhan inti bagi strategi global Ascott





