Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Perseroan mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,6 triliun, tumbuh 25,2% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) awal April lalu, pertumbuhan laba ini ditopang oleh kenaikan penjualan dan pendapatan usaha. Sepanjang tahun 2025, CTRA mengantongi pendapatan sebesar Rp12,62 triliun, atau meningkat sekitar 12,8 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp11,19 triliun.
Sektor real estat masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Penjualan neto dari kaveling, rumah hunian, dan ruko tercatat mencapai Rp9,41 triliun. Sementara itu, pendapatan dari segmen apartemen menyumbang Rp509,15 miliar dan perkantoran sebesar Rp340,25 miliar.
BACA JUGA: Laba Ciputra Development Tumbuh 27% hingga Kuartal III 2025
Selain dari penjualan properti, pendapatan berkelanjutan (recurring income) perseroan juga menunjukkan tren positif. Pendapatan dari pusat niaga dan kawasan komersial tercatat sebesar Rp725,78 miliar, sedangkan dari sektor pelayanan kesehatan melalui jaringan rumah sakit mencapai Rp728,16 miliar.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan dan beban langsung perseroan juga meningkat menjadi Rp6,62 triliun dari sebelumnya Rp5,92 triliun pada 2024. Meski demikian, perseroan tetap mampu menjaga margin laba kotor di angka Rp5,99 triliun.
Dari sisi posisi keuangan, total aset CTRA per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp47,99 triliun. Saldo kas dan setara kas perseroan berada pada posisi yang kuat, yakni sebesar Rp10,36 triliun.





