Jakarta, Propertytimes.id – Pendapatan usaha PT Intiland Development Tbk (DILD) tercatat sebesar Rp2.462 miliar pada tahun buku 2025, atau mengalami koreksi sebesar 3,56 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2.553 miliar.
Berdasarkan data paparan publik perseroan pada 26 Maret 2026 yang dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan pendapatan ini juga berdampak pada perolehan laba bersih yang tercatat sebesar Rp64 miliar, menyusut sekitar 63,4 % dari posisi Rp175 miliar pada tahun 2024.
Kendati pendapatan terkontraksi, laba kotor perseroan justru menunjukkan pertumbuhan positif menjadi Rp961 miliar dibandingkan Rp785 miliar pada periode sebelumnya. Kondisi ini secara otomatis mengangkat marjin laba kotor perseroan dari 31 persen pada 2024 menjadi 39 persen pada 2025. Sejalan dengan itu, laba usaha juga terpantau meningkat signifikan dari Rp454 miliar menjadi Rp672 miliar.
BACA JUGA: Intiland Targetkan Utang Turun Jadi Rp3,5 Triliun Akhir 2025
Performa operasional perseroan sepanjang 2025 didukung kuat oleh capaian di segmen kawasan industri. Realisasi pra-penjualan atau marketing sales dari sektor industri tercatat sebesar Rp 638 miliar, atau melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp 401 miliar. Sementara itu, sektor kawasan perumahan tetap memberikan kontribusi terbesar senilai Rp 831 miliar terhadap total pra-penjualan perusahaan.
Hingga akhir Desember 2025, total aset perseroan berada pada posisi Rp13,1 triliun dengan total ekuitas tercatat sebesar Rp6,7 triliun. Posisi kas dan setara kas perseroan berada di angka Rp740 miliar.
Dalam rencana strategis ke depan, perseroan tetap fokus mengandalkan empat lini bisnis utama yang meliputi mixed-use dan high rise, kawasan perumahan, kawasan industri, serta properti investasi. Sebagai penopang pengembangan jangka panjang, perseroan saat ini mengelola cadangan lahan (landbank) seluas 2.200 hektar yang terkonsentrasi di wilayah Jakarta dan Surabaya.





