Jakarta, Propertytimes.id – Emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk melaporkan perkembangan penyaluran kredit pada sektor properti yang tetap stabil hingga penghujung tahun buku 2025. Dilansir dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (27/1), BCA mencatatkan total pembiayaan konsumer sebesar Rp224,1 triliun. Dari jumlah tersebut, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi kontributor utama dengan nilai mencapai Rp142,3 triliun per Desember 2025.
Penyaluran KPR tersebut tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan segmen konsumer lainnya, seperti Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang berada di angka Rp56,6 triliun dan pinjaman konsumer lainnya yang mayoritas merupakan kartu kredit sebesar Rp25,2 triliun. Pertumbuhan ini terjadi di tengah upaya perseroan dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan pemasaran seperti perhelatan Expo dan BCA Wealth Summit untuk menjangkau kebutuhan nasabah.
Dalam laporan tersebut, manajemen juga mengonfirmasi langkah baru perseroan yang mulai merambah ke segmen pasar perumahan subsidi. Sejak Oktober 2025, BCA secara resmi telah mendukung penyaluran KPR subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) swasta. Langkah ini melengkapi portofolio pembiayaan hunian perusahaan yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada segmen komersial.
BACA JUGA: KPR Pacu Pertumbuhan Kredit Konsumen BCA
Sejalan dengan pertumbuhan volume kredit, kualitas aset pada portofolio pinjaman tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di level 1,7%. Rasio pinjaman berisiko atau loan at risk (LAR) juga menunjukkan perbaikan ke posisi 4,8% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 5,3%. Secara keseluruhan, pertumbuhan di sektor KPR ini turut menopang pencapaian laba bersih perusahaan yang mencapai Rp57,5 triliun pada tahun 2025, atau tumbuh sebesar 4,9% secara tahunan.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, menyatakan bahwa ke depan, perusahaan akan terus memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk meningkatkan layanan kepada nasabah, termasuk dalam mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan secara lebih efektif. Hingga akhir 2025, total kredit yang disalurkan secara keseluruhan oleh perseroan mencapai Rp993 triliun.





