Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Environment

Pemerintah Mulai Penataan Kawasan Kumuh di Menteng

Redaksi by Redaksi
January 2, 2026
in Environment, Headline, Kementerian Perumahan dan Pemukiman, News, Pembiayaan Perumahan, Perumahan Rakyat
0
Pemerintah Mulai Penataan Kawasan Kumuh di Menteng

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau renovasi dua unit rumah warga di kawasan padat di Kelurahan Menteng, Rabu (31/12/2025). Foto: Kementerian PKP.

0
SHARES
23
VIEWS

Jakarta, Propertytimes.id – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong penataan kawasan kumuh secara bertahap dan berkelanjutan di Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, melalui pendekatan kolaboratif berbasis gotong royong tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Upaya penataan kawasan tersebut saat ini telah dimulai dengan renovasi dua unit rumah warga.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan, progres renovasi telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan Januari 2026. “Saat ini sudah ada dua rumah yang direnovasi secara gotong royong. Progresnya sekitar 70 persen dan kami targetkan selesai pertengahan Januari 2026,” kata Maruarar saat meninjau lokasi, Rabu (31/12/2025) sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementerian PKP.

Menurut Maruarar, pendekatan gotong royong lintas pihak menjadi kunci percepatan penataan kawasan, khususnya di wilayah padat perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang dan kompleksitas sosial. Pemerintah, kata dia, berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan berbagai elemen untuk bersama-sama meningkatkan kualitas hunian dan lingkungan.

BACA JUGA: Jelang Akhir Tahun, Realisasi Anggaran Kementerian PKP 2025 Tembus Rp4,06 Triliun

Ke depan, Kementerian PKP merencanakan renovasi sekitar 50 rumah sekaligus melakukan penataan kawasan kumuh di Kelurahan Menteng tanpa mengandalkan APBN. Penataan tidak hanya difokuskan pada perbaikan fisik bangunan rumah, tetapi juga pada pengaturan lingkungan permukiman agar lebih tertata, sehat, dan layak huni.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PKP menggandeng Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang akan memberikan dukungan berupa penyusunan desain rumah dan kawasan secara profesional tanpa biaya. Keterlibatan IAI diharapkan dapat memastikan penataan kawasan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. “Kami ingin penataan kawasan ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga lingkungan. Desain rumah dan kawasan akan dibantu oleh IAI secara gratis agar hasilnya lebih rapi dan fungsional,” ujar Maruarar.

Progres renovasi salah satu rumah warga di kawasan padat di Kelurahan Menteng, Rabu (31/12/2025)

Selain renovasi rumah, pemerintah juga tengah menyiapkan rencana penataan kawasan Menteng menjadi kawasan tematik pada 2026, salah satunya dengan konsep kampung kuliner. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi warga setempat.

Meski demikian, Maruarar menegaskan bahwa seluruh rencana penataan kawasan akan diawali dengan dialog bersama masyarakat. Pemerintah akan memastikan setiap program mendapat persetujuan dan dukungan warga agar implementasinya berjalan efektif. “Semua program harus melalui dialog dengan warga. Apakah mereka setuju atau tidak. Kebijakan publik harus melibatkan masyarakat agar berkelanjutan,” tegasnya.

Sebagai dukungan tambahan, pada 2026 Kementerian PKP juga mengalokasikan kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 2.000 unit untuk Provinsi DKI Jakarta. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah meningkatkan kualitas huniannya.

Tags: BSPSgotong royonghunian layakJakarta Pusatkampung tematikkawasan kumuhkementerian PKPmaruarar siraitMentengpartisipasi wargapenataan kawasanpenataan lingkunganpermukiman perkotaanrenovasi rumah
Previous Post

KOLOM| Dilema Sektor Properti 2026; Daya Beli Masih Tergerus, Pasar Masuki Fase Transisi

Next Post

Dafam Land Lelang Hotel dan Villa di Pekalongan Senilai Rp73,77 Miliar

Next Post
Dafam Land Lelang Hotel dan Villa di Pekalongan Senilai Rp73,77 Miliar

Dafam Land Lelang Hotel dan Villa di Pekalongan Senilai Rp73,77 Miliar

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tatar Bungawari, Manifestasi Wellness dan Kematangan 25 Tahun Kota Baru Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id