Jakarta,Propertytimes.id – Emiten properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menyesuaikan target pra-penjualan tahun 2025 dari Rp2,03 triliun menjadi Rp508 miliar. Penyesuaian anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ini dilakukan untuk menyesuaikan strategi perusahaan terhadap kondisi ekonomi dan pasar properti yang lebih selektif.
Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/10), langkah tersebut, menurut manajemen, diambil setelah mempertimbangkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar 5,21 persen secara tahunan serta turunnya Indeks Kepercayaan Konsumen dari 123,5 menjadi 115.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengatakan penyesuaian target bukan langkah defensif, melainkan strategi realistis agar pertumbuhan perusahaan tetap sehat dan berkelanjutan. “Kami melihat dinamika pasar saat ini sebagai proses menuju keseimbangan baru. Penyesuaian target adalah langkah strategis agar kinerja tetap kuat di tengah tantangan makroekonomi,” ujar Steven dalam keterangan resminya, Kamis (30/10).
Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, CBDK mencatat pra-penjualan sebesar Rp321 miliar atau 63 persen dari target yang telah disesuaikan. Meski mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya, perusahaan menilai situasi tersebut sebagai bagian dari konsolidasi alami untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
CBDK merupakan pengembang kawasan di wilayah PIK2, Tangerang, dengan total lahan sekitar 694 hektar. Perusahaan mengembangkan berbagai proyek di segmen residensial maupun komersial. Untuk sektor hunian, Rumah Milenial dan Permata Hijau Residences menjadi fokus utama, sedangkan di sektor komersial, proyek seperti Rukan Petak 9, Bizpark PIK2, SOHO The Bund, serta Ruko Pasadena Walk dan Rukan Little Siam.
Steven menambahkan, dengan pendekatan pragmatis dan adaptif, perusahaan akan terus menjaga kepercayaan investor dan memastikan pengembangan proyek berjalan sesuai rencana. “Kami tetap optimistis dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan kawasan PIK2 dan ekonomi nasional,” ujarnya.





