Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) memberikan klarifikasi terkait kabar kerja sama strategis dengan ION Network dalam pengembangan layanan pusat data (data center). Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/2), manajemen menegaskan bahwa kolaborasi ini dilakukan melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture).
Sekretaris Perusahaan Intiland Development, Theresia Rustandi, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut dilakukan melalui entitas anak usaha, PT Intiland Alfa Rendita. Anak usaha yang dimiliki 100% oleh Perseroan tersebut menggandeng ION Network untuk membentuk PT Inti Arunika Persada dengan porsi kepemilikan saham masing-masing sebesar 50%.
BACA JUGA: Kepemilikan Saham PT Intiland Alami Perubahan, CGS-CIMB Singapore Kembali Catatkan Kenaikan
“Kerja sama ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset-aset properti yang dimiliki Perseroan, melalui perluasan fungsi yang lebih adaptif dan relevan terhadap kebutuhan pasar, khususnya pada bidang teknologi informasi,” tulis Theresia dalam surat resminya.
Manajemen menyatakan bahwa pembentukan joint venture ini tidak memenuhi kriteria fakta material sesuai POJK No. 31 Tahun 2015 karena dinilai tidak bersifat material atau memengaruhi kelangsungan usaha Perseroan secara jangka panjang. Meski demikian, pihak Intiland mengaku telah melakukan kajian mendalam mengenai aspek risiko dan kelayakan pengembangan layanan pusat data tersebut.
Sinergi ini menggabungkan keahlian Intiland di bidang pengembangan properti terpadu dengan pengalaman panjang ION Network dalam industri pengembangan data center. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat nilai perusahaan serta meningkatkan nilai aset properti di masa depan.





