Jakarta, Propertytime.id – Di tengah tantangan ekonomi, sektor properti Indonesia menunjukkan ketahanan dengan prospek yang tetap positif. Kondisi ini menggarisbawahi pentingnya literasi finansial bagi masyarakat dalam mengambil keputusan pembiayaan properti yang strategis.
Salah satu strategi yang tengah mendapatkan sorotan adalah Take Over KPR. Meri Andani, KPR Expert dari Pinhome, mengungkapkan bahwa Take Over dapat menjadi opsi bijak untuk efisiensi keuangan. “Take Over KPR bisa jadi strategi cerdas untuk menghemat cicilan atau memperpendek tenor. Meski ada biaya seperti administrasi dan penalti, prosesnya cukup sederhana dan potensi penghematan jangka panjang patut dipertimbangkan,” jelas Meri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/9).
Data internal Pinhome mengonfirmasi peningkatan minat ini, dengan transaksi Take Over KPR tumbuh 5% pada semester pertama 2025 dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh dua faktor kunci yaitu penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dari 6,00% menjadi 5,50% pada awal 2025, yang membuat KPR baru lebih terjangkau, serta tekanan pada pemilik KPR lama yang mulai memasuki fase suku bunga floating setelah berakhirnya masa bunga fixed.
Dayu Dara Permata, CEO & Founder Pinhome, menyatakan bahwa tren ini merupakan peluang signifikan bagi masyarakat. “Kenaikan minat Take Over KPR diproyeksikan akan berlanjut. Dengan perhitungan yang tepat, langkah ini dapat menghemat jutaan rupiah selama masa kredit, yang kemudian dapat dialokasikan untuk kebutuhan primer lainnya,” ujar Dayu.
Dayu juga memaparkan kiat-kiat penting untuk memastikan Take Over KPR memberikan manfaat maksimal dan tanpa kerugian. Pertama, masyarakat disarankan untuk membandingkan penawaran bank tidak hanya dari suku bunga, tetapi juga dari komponen biaya lain seperti administrasi, appraisal, dan penalti. Kedua, melakukan kalkulasi total biaya dan potensi penghematan secara menyeluruh sangat penting untuk memastikan manfaat jangka panjang. Ketiga, memeriksa kelengkapan legalitas dan kondisi properti merupakan langkah krusial. Keempat, memilih waktu yang tepat, seperti saat suku bunga turun atau ada promo bank, dapat memaksimalkan keuntungan.





