Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Ekonomi Makro

Melirik Kondisi Sektor Properti Paska Gejolak Aksi

Redaksi by Redaksi
August 31, 2025
in Ekonomi Makro, Headline, Law, News, Outlook, Politic, Property Developer, Saham Properti, Trend
0
Melirik Kondisi Sektor Properti Paska Gejolak Aksi

Personel polisi menghalau pengunjuk rasa di Jalan Letjend S Parman, depan Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/8/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

0
SHARES
121
VIEWS

Jakarta, Propertytimes.id – Tiga hari berturut-turut Jakarta tak henti bergemuruh. Jalanan penuh dengan lautan massa yang berteriak menuntut keadilan, sebagian melampiaskan amarah pada pagar-pagar besi dan spanduk pemerintah. Di luar gedung parlemen, ribuan orang mengibarkan poster bertuliskan protes atas biaya hidup yang kian mencekik.

Asap dari plastik terbakar dan gas air mata terus menyesaki udara, sementara aparat berjaga dengan tameng dan helm baja. Bagi sebagian orang, demonstrasi adalah ledakan suara rakyat. Namun, bagi pelaku usaha, terutama sektor properti, gejolak politik dan aksi demonstrasi besar-besaran selalu membawa bayang-bayang ketidakpastian. Nilai rupiah melemah dan bursa saham terguncang.

Media internasional seperti Reuters, Forbes hingga The Australian, bahkan menulis bahwa protes di Jakarta telah menekan sentimen investor dan mengikis rasa percaya pada stabilitas ekonomi. Sebaliknya, di tengah kekacauan, para pengembang properti memilih diam, menahan napas, sembari menghitung risiko.

Dalam sejarah, situasi seperti ini memang pernah terjadi. Tahun 1998, krisis moneter bukan hanya meruntuhkan nilai mata uang, tapi juga menenggelamkan ambisi-ambisi megah para pengembang. Banyak proyek berhenti di tengah jalan dan terbengkalai.

CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono, menilai arah pasar properti saat ini masih sulit diprediksi lantaran situasi yang terus berubah. “Masih susah ditebak, karena situasi sangat dinamis dan bisa berubah-ubah. Tergantung seberapa cepat pemerintah mengatasi dan menanggapi tuntutan rakyat,” ujar Hendra kepada Propertytimes, Minggu (31/8).

Dirinya menambahkan, dampak gejolak politik dan sosial secara tidak langsung memang  cukup terasa pada subsektor properti tertentu. “Terutama retail, industrial, dan komersial,” jelasnya. “Ritel terpukul karena lalu lintas konsumen berkurang sementara, untuk residential, pembelian hunian hanya dilakukan oleh yang benar-benar membutuhkan, bukan untuk investasi para investor,” ungkapnya.

Menurut Hendra, arah pasar ke depan bisa berjalan dalam dua kemungkinan. Jika kondisi cepat terkendali, sektor properti berpeluang pulih bertahap. Namun bila eskalasi berlanjut, tentu sebaliknya. “Sektor properti rentan karena nilai mata uang jatuh, daya beli menurun, dan demand serta sentimen positif investor berkurang,” tutur Hendra.

Untuk kondisi saatini, dirinya menyarankan para pengembang untuk bersikap lebih hati-hati. “Sebaiknya mengambil sikap wait and see sambil menunggu dampak dari kebijakan pemerintah setelah aksi demo besar-besaran ini,” katanya.

Ibarat sebuah drama yang menahan klimaks, sektor properti kini seperti berada di persimpangan jalan. Para pengembang menunggu, para investor menunda, sementara masyarakat menimbang ulang kebutuhan versus kemampuan.

Di balik gedung-gedung tinggi Jakarta yang berdiri megah, tak bisa dipungkiri ada kegelisahan yang sama di kalangan para pelaku usaha; apakah pasar akan menemukan jalannya menuju pemulihan, atau justru terseret arus sejarah ke dalam krisis yang pernah begitu menakutkan, tentunya seraya berharap jika pengalaman kelam itu tidak akan pernah terulang.

 

Tags: daya belidemo jakartaDeveloperEkonomi IndonesiaindustrialInvestasikomersialkrisis 1998Leads Property Services Indonesianilai tukarPasar propertiPropertiresidentialretailwait and see
Previous Post

Bumi Serpong Damai Buka Suara Soal Volatilitas Transaksi Saham

Next Post

Karya Jurnalistik Propertytimes.id Masuk Tiga Besar Anugerah Jurnalistik MH Thamrin-PWI Jaya 2025

Next Post
Karya Jurnalistik Propertytimes.id Masuk Tiga Besar Anugerah Jurnalistik MH Thamrin-PWI Jaya 2025

Karya Jurnalistik Propertytimes.id Masuk Tiga Besar Anugerah Jurnalistik MH Thamrin-PWI Jaya 2025

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tatar Bungawari, Manifestasi Wellness dan Kematangan 25 Tahun Kota Baru Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id