Jakarta, Propertytimes.id – Pengembang kawasan BSD City, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham perseroan. Melalui surat keterbukaan informasi yang dilansir dari BEI pada Jumat (29/8), BSDE menyatakan bahwa tidak ada informasi material yang dapat memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal yang belum diungkapkan kepada publik.
Sekretaris Perusahaan BSDE, Ricardo Arif Dharmawan, dalam suratnya menyampaikan bahwa perseroan belum mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga efek perseroan maupun kelangsungan hidup perusahaan, yang mana informasi tersebut belum diumumkan kepada publik.
Sebagai respons atas volatilitas saham, BSDE juga menjelaskan bahwa pemegang saham utama masih akan mempertahankan kepemilikan sahamnya di perseroan. Terkait dengan rencana aksi korporasi, BSDE menegaskan saat ini belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat yang dapat berakibat pada pencatatan saham di Bursa dalam kurun waktu tiga bulan mendatang.
Pembelian Saham oleh Manajemen
Sebagai informasi, pergerakan saham BSDE sempat dipengaruhi oleh aksi pembelian saham oleh salah satu petinggi perusahaan yaitu Wakil Presiden Direktur BSDE, Michael J.P. Widjaja. Berdasarkan keterbukaan BEI, Michael membeli sebanyak 3.292.400 lembar saham biasa yang dilakukan pada 19 Agustus 2025.
Aksi pembelian ini bertujuan untuk investasi langsung dan meningkatkan porsi kepemilikan Michael Widjaja dari 0,04 persen menjadi 0,06 persen. Pergerakan positif saham BSDE ini juga tercermin dari penguatan harga saham hingga 16,77% dalam satu bulan terakhir.





