Jakarta, Propertytimes.id – Anak usaha LG Group dalam bidang teknologi informasi, LG CNS, ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan proyek pusat data (data center) kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia. Dilansir dari laman portal kedglobal.com, Kamis (7/8), proyek senilai 100 miliar won (Rp1,1 triliun) ini menjadikan LG CNS sebagai perusahaan Korea pertama yang membangun pusat data AI di luar Korea Selatan.
Berdasarkan keterangan resmi LG CNS, Rabu (6/8), perusahaan telah menandatangani kontrak dengan Kuningan Mas Gemilang (KMG), perusahaan joint venture antara Sinar Mas Group dan Korea Investment Real Asset Management. Pusat data hyperscale ini akan dibangun di Jakarta dan ditargetkan rampung pada 2026 mendatang.
KMG merupakan bagian dari strategi ekspansi Sinar Mas Group ke sektor digital, termasuk komputasi awan dan infrastruktur AI. Sinar Mas Group sendiri dikenal dengan bisnis intinya di bidang pulp, kertas, properti, dan perbankan.
Kembali ke proyek data center garapan LG CNS, nantinya, fasilitas baru ini akan menampung lebih dari 100 ribu server, dengan luas total mencapai 46.281 meter persegi dengan kapasitas awal 30 megawatt (MW). KMG berencana meningkatkan kapasitasnya secara bertahap hingga 220 MW sehingga menjadikannya pusat data terbesar di Indonesia.
Adapun, LG CNS akan memimpin pembangunan infrastruktur lengkap, termasuk sistem pendingin, kelistrikan, dan komunikasi. Perusahaan ini juga memanfaatkan teknologi dari seluruh afiliasi LG Group, seperti sistem pendingin LG Electronics dan teknologi baterai LG Energy Solution.
Tak hanya itu, pusat data ini juga akan mengadopsi sistem pendingin hybrid (udara dan cair) serta infrastruktur yang dioptimalkan untuk GPU farm, kumpulan unit pemrosesan grafis untuk kebutuhan komputasi AI berat. Selain itu, fasilitas ini mendukung rack berkapasitas tinggi hingga 130 kilowatt, atau hampir 24 kali lipat lebih besar daripada pusat data konvensional.
Hyun Shin-gyoon, CEO LG CNS, menyatakan bahwa proyek ini menjadi batu loncatan ekspansi perusahaan ke pasar Asia Tenggara, termasuk Singapura dan Malaysia, serta kawasan global lainnya. LG CNS sendiri memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam membangun dan mengoperasikan pusat data di dalam dan luar Korea.
Dengan dikembangkannya proyek ini, maka akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi teknologi di kawasan Asia Tenggara, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan kebutuhan komputasi awan dan AI.





