SURABAYA, Propertytimes.id – Emiten properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,21 triliun sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Angka ini mencatatkan pertumbuhan tipis 1,76 persen dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,12 triliun.
Dilandir dari keterbukaan informasi Bursa efek Indonesia (BEI), Senin (2/11), peningkatan omset perseroan hingga 30 September 2026 tersebut utamanya ditopang oleh solidnya kinerja portofolio recurring income (pendapatan berulang), seperti operasional pusat perbelanjaan (ritel), perhotelan, dan aset komersial lainnya.
BACA JUGA: Pasar Respons Pernyataan Anak Menkeu Purbaya, Saham PWON Melonjak di Awal Pekan
Meski pendapatan bersih menunjukkan tren positif, laba bersih periode berjalan perseroan justru menurun menjadi Rp1,78 triliun per September 2026. Realisasi laba ini mengalami penurunan 16,05 persen secara tahunan (year-on-year) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar Rp2,12 triliun. Koreksi pada perolehan laba bersih tersebut turut dipengaruhi oleh dinamika pos beban non-operasional, di antaranya munculnya kerugian kurs mata uang asing bersih serta penyesuaian beban lain-lain.
Sementara itu, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat senilai Rp1,39 triliun, atau turun 19,29 persen dari perolehan per September 2025 yang mencapai Rp1,73 triliun. Seiring penurunan laba bersih attributable tersebut, laba per saham dasar (earnings per share) yang dikantongi pemegang saham PWON berada di posisi Rp28,93 per lembar saham pada akhir kuartal ketiga 2026, dari sebelumnya Rp35,85 per lembar pada periode yang sama tahun lalu.



