JAKARTA, Propertytimes.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) masih membekukan perdagangan (suspensi) sejumlah emiten properti hingga pertengahan 2026. Berdasarkan dokumen “Pengumuman Potensi Delisting Juni 2026” yang dilansir dari laman BEI, setidaknya ada delapan perusahaan sektor Properties & Real Estate yang masih menyandang status suspensi, bahkan sebagian telah bertahun-tahun tidak diperdagangkan.
Delapan emiten properti tersebut adalah PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY), PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA), PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI), PT Aksara Global Development Tbk (GAMA), PT Metro Realty Tbk (MTSM), PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN), PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL), dan PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA). Seluruhnya tercatat di papan Pemantauan Khusus (Watchlist).
BACA JUGA: Sinyal Pelonggaran KPR di Triwulan IV 2026, Angin Segar atau Semu bagi Sektor Properti?
Suspensi Terlama Hampir Enam Tahun
Dari kedelapan emiten itu, ARMY menjadi yang paling lama tersuspensi. Saham ARMY dibekukan sejak 2 Desember 2019 atau hampir enam tahun lalu. Hingga kini, emiten yang tercatat di bursa pada 2017 itu belum juga membuka perdagangan sahamnya.
Menyusul POSA yang tersuspensi sejak 24 November 2020, ada saham RIMO yang telah dibekukan sejak 11 Februari 2020. Sementara itu, CPRI dan GAMA kompak tersuspensi sejak 3 Juli 2023. Adapun BIKA dan POLL sama-sama dibekukan sejak 2 Juli 2024. Terbaru, PLIN dan MTSM tersuspensi sejak 31 Januari 2025.
Suspensi saham di papan Pemantauan Khusus sendiri umumnya terjadi karena emiten tidak memenuhi kewajiban keterbukaan informasi, mengalami masalah keuangan, atau tidak lagi memenuhi kriteria pencatatan. Adapun, BEI telah memasukkan sejumlah emiten tersebut ke dalam daftar potensi delisting (penghapusan pencatatan saham).
Bagi investor, status suspensi berarti saham tidak dapat diperjualbelikan di pasar reguler hingga pembukaan kembali oleh bursa. Karena itu, investor diimbau mencermati risiko delisting, terutama pada emiten yang telah lama tersuspensi dan tidak menunjukkan perkembangan kinerja maupun keterbukaan informasi.



