Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Pollux Properties Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025. Perseroan berhasil membukukan laba neto tahun berjalan sebesar Rp 34,99 miliar, tumbuh signifikan dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 22,71 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/4), pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan neto yang cukup tajam. Hingga akhir Desember 2025, perusahaan mengantongi pendapatan neto sebesar Rp 214,87 miliar, meningkat dari perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 161,91 miliar.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan juga mengalami peningkatan dari Rp 88,88 miliar pada 2024 menjadi Rp 142,71 miliar pada 2025. Meski beban pokok membengkak, efisiensi pada pos beban umum dan administrasi yang turun menjadi Rp 23,71 miliar dari sebelumnya Rp 33,27 miliar turut membantu menjaga stabilitas margin usaha perseroan.
BACA JUGA: Pendapatan Ciputra Group Tembus Rp12,6 Triliun Sepanjang 2025
Laba usaha perseroan tercatat sebesar Rp 64,79 miliar pada 2025, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 60,85 miliar. Pertumbuhan ini juga didukung oleh bagian laba bersih entitas asosiasi yang memberikan kontribusi sebesar Rp 15,31 miliar, meningkat hampir dua kali lipat dari posisi Rp 7,77 miliar pada tahun 2024.
Dari sisi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, perseroan mencatatkan angka sebesar Rp 23,82 miliar, naik dari Rp 18,70 miliar pada tahun sebelumnya. Hal ini berdampak pada kenaikan laba bersih per saham dasar menjadi Rp 2,86 per lembar saham, dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 2,25.
Total laba komprehensif tahun berjalan juga menunjukkan tren penguatan ke angka Rp 35,79 miliar pada 2025. Capaian ini meningkat dari total laba komprehensif tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 22,85 miliar. Realisasi kinerja ini mencerminkan resiliensi operasional perseroan di tengah dinamika industri properti nasional sepanjang tahun lalu.





