Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Ekonomi Makro

Ekonomi China Melemah; Investasi Merosot, Harga Rumah Jatuh Lebih Dalam

Redaksi by Redaksi
November 18, 2025
in Ekonomi Makro, Headline, News, Trend, World
0
Pasar Properti China Diprediksi Terus Melemah hingga 2026

Ilustrais pembangunan apartemen di kawasan Nanjing,Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Foto STR/AFP/Getty Images

0
SHARES
14
VIEWS

China, Propertytimes.id – Pertumbuhan investasi di China sepanjang Oktober mengalami penurunan paling tajam sejak masa pandemi. Harga rumah juga turun lebih dalam dari perkiraan. Situasi ini menunjukkan tekanan yang semakin besar bagi pemerintah untuk menjaga pemulihan ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Data resmi menunjukkan fixed-asset investment atau investasi aset tetap turun 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi yang terlemah sejak Juni 2020, jauh dari perkiraan penurunan 0,8 persen, dan lebih rendah dari kontraksi 0,5 persen pada September. Pada waktu yang sama, harga rumah baru turun 0,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak Oktober tahun lalu dan lebih besar dari penurunan 0,4 persen pada September, menurut laporan Biro Statistik Nasional China (NBS).

Dilansir dari laman Financial Times, Jumat (14/11), Lynn Song, Kepala Ekonom ING untuk kawasan Greater China, mengatakan indikator utama aktivitas ekonomi China melambat hampir di seluruh sektor. Ia menilai ekonomi China masih berpeluang mencapai target pertumbuhan pemerintah sekitar 5 persen tahun ini, tetapi kebijakan tambahan diperlukan untuk menjaga momentum jangka panjang.

BACA JUGA: Pasar Properti China Diprediksi Terus Melemah hingga 2026

Produksi industri pada Oktober tumbuh 4,9 persen secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 5,5 persen dan berada di bawah pertumbuhan 6,5 persen bulan sebelumnya. Penjualan ritel naik 2,9 persen, sedikit di atas proyeksi 2,8 persen, namun tetap melemah dibandingkan 3 persen pada September. Kedua angka tersebut menjadi yang terlemah sejak Agustus 2024.

Juru bicara NBS, Fu Linghui, mengatakan bahwa meskipun ekonomi secara umum berjalan “relatif stabil” dengan perkembangan sektor industri baru, terdapat banyak ketidakpastian dari faktor eksternal. Ia menegaskan bahwa penyesuaian struktur ekonomi dalam negeri masih menjadi tantangan besar untuk menjaga stabilitas pertumbuhan.

China saat ini menghadapi kondisi yang disebut para ekonom sebagai ekonomi “dua kecepatan”. Ekspor dan investasi masih menahan laju pertumbuhan di tengah ketegangan dagang dengan Amerika Serikat, namun ekonomi domestik melemah karena permintaan rendah dan tekanan deflasi berkepanjangan. Pemerintah telah berupaya meningkatkan permintaan melalui pelonggaran moneter, penerbitan obligasi stimulus, dan program dukungan rumah tangga. Namun konsumsi belum pulih karena sektor properti yang lesu terus menekan belanja masyarakat dan kepercayaan konsumen.

Song menjelaskan bahwa investasi sektor swasta turun 4,5 persen sepanjang tahun berjalan, sementara investasi pemerintah hanya naik 0,1 persen dan berpotensi mengalami kontraksi bulan depan. Ia juga menyoroti kebijakan “anti-involution” yang bertujuan menekan persaingan harga berlebihan. Kebijakan ini, yang muncul akibat kelebihan kapasitas industri dan permintaan dalam negeri yang lemah, dinilai berpotensi menambah tekanan perlambatan ekonomi. Penurunan penyaluran kredit bulan lalu, ketika pinjaman baru dalam denominasi renminbi melemah, menjadi sinyal lain turunnya minat investasi dari sektor korporasi.

NBS mencatat penurunan investasi pengembangan properti yang semakin dalam, dari minus 13,9 persen menjadi minus 14,7 persen secara tahunan. Ekonom Conference Board, Yuhan Zhang, menyatakan data tersebut menunjukkan lemahnya investasi perumahan dan sentimen para pengembang. Ia menambahkan bahwa pasar rumah bekas masih mengalami kelebihan pasokan dan rendahnya kepercayaan konsumen. Zhang juga menyebut bahwa pertumbuhan investasi manufaktur masih terbatas dan tidak merata, terutama didorong oleh sektor otomotif dan peralatan transportasi. Menurutnya, investasi pemerintah kemungkinan tetap mengalir ke sektor infrastruktur, manufaktur teknologi tinggi, dan peningkatan industri.

Tags: deflasi chinaekonomi chinaFinancial Timesfixed-asset investmentharga rumah chinainvestasi Chinanbs chinapasar properti chinapenjualan ritel chinaperlambatan ekonomiproduksi industri china
Previous Post

Istri Pendiri Alibaba, Zhang Ying, Beli Vila Mewah di London Senilai Rp428 Miliar

Next Post

750 Warga Cikande dan 500 Warga Kibin Ikuti Layanan Kesehatan Gratis dari ModernCikande

Next Post
Modern Cikande Bangun Kepedulian Lingkungan, Berkontribusi Lewat Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi 1.250 Warga

750 Warga Cikande dan 500 Warga Kibin Ikuti Layanan Kesehatan Gratis dari ModernCikande

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tatar Bungawari, Manifestasi Wellness dan Kematangan 25 Tahun Kota Baru Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id