PT PP Cetak Rekor Usai Menangkan Kontrak Rp3,5 Triliun Bangun Pollux Technopolis

07 February 2020 30 News Design Interior
Whatsapp Mail
Prosesi Signing Ceremony

Jakarta, Propertytimes.id - Salah satu perusahaan BUMN konstruksi terbesar di Indonesia, PT PP (Persero) Tbk, berhasil mencetak rekor nilai kontrak terbesar yang pernah dikerjasamakan dengan private sector dalam negeri di bidang properti. Rekor tersebut tercatat, setelah Perseroan secara resmi ditunjuk sebagai kontraktor utama pembangunan Pollux Technopolis yang merupakan proyek properti multifungsi terbesar di pusat Kota Karawang besutan PT Pollux Lito Karawang - perusahaan join venture antara PT Pollux Properti Indonesia Tbk dan Lito Group.

Pengesahan kerjasama kedua pihak tersebut ditandai dengan digelarnya signing ceremony atau penandatanganan kontrak kerjasama antara PT PP (Persero) Tbk dengan PT Pollux Lito Karawang  pada hari jumat, 7 Februari 2020 di kantor Pusat Perseroan di Jakarta. Dalam acara Signing Ceremony tersebut, Perseroan diwakili oleh Anton Satyo Hendriatmo selaku Direktur Operasi 1 dan  RM. Suryo Atmanto selaku Managing Director Pollux Group untuk menandatangani kontrak kerjasama dan disaksikan oleh  Andi Gani Nena Wea selaku Presiden Komisaris Perseroan, Rully Noviandar selaku SVP Gedung 1 Perseroan dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mayjend. Pol. (Purnawirawan) Drs. Sidarto Danusubroto, SH.

BACA JUGA : FCORP MENANGKAN KONTRAK RP100 MILIAR BANGUN JARINGAN FIBER OPTIK POLLUX HABIBIE

"Perseroan merasa bangga telah dipercaya oleh PT Pollux Lito Karawang untuk mengerjakan pembangunan proyek Pollux Technopolis yang meliputi 26 tower apartemen dan 368 unit ruko serta berbagai fasiltas penunjang lainnya dengan total nilai kontrak Rp3,5 triliun tersebut. Adapun, pembangunan Proyek yang berlokasi di Jalan Internasional Kecamatan Teluk Jambe Karawang, Jawa Barat ini akan dilakukan secara bertahap," ujar Anton Satyo Hendriatmo, Direktur Operasi 1 Perseroan usai acara Signing Ceremony.

Diakui Anton, sejauh ini kerjasama pembangunan proyek Pollux Technopolis tersebut merupakan pencapaian nilai kontrak terbesar yang berhasil diraih Perseroan bersama private sector, khususnya di bidang properti. “Sejauh ini, kerjasama antara PT PP dan PT Pollux Lito Karawang merupakan pencapaian nilai kontrak terbesar yang pernah Perseroan lakukan bersama private sector di bidang properti,” jelas Anton.

 Sementara itu, Managing Director Pollux Group, RM. Suryo Atmanto menuturkan, Pollux Properti Indonesia adalah salah satu pengembang yang cukup selektif dalam memilih perusahaan konstruksi sebagai mitra kerja. Karena itu, pemilihan kontraktor menjadi suatu hal yang penting bagi pengembang properti dengan nilai market cap lebih dari Rp87,5 triliun tersebut.

Proyek Pollux Technopolis

 

“Penunjukan Perseroan sebagai kontraktor utama hari ini merupakan komitmen Pollux Properti Group untuk membangun dan mewujudkan proyek yang berkualitas demi menjaga kepuasan konsumen. Selain sarat pengalaman, standar pekerjaan berkualitas internasional menjadi pertimbangan utama bagi kami untuk memilih kontraktor,” ungkap RM. Suryo Atmanto.

Dirinya menuturkan, untuk saat ini Karawang telah menjelma sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi investasi cukup besar di sektor properti. Tak hanya itu, melihat pergerakan industri saat ini yang telah mengarah ke timur, Karawang pun sudah siap untuk tumbuh menjadi sebuah kota terintegrasi dengan tatanan kelas dunia. “Karenanya kami berharap Pollux Technopolis dapat menjadi icon baru di tengah kota industri sekaligus new central business district terbaik di Karawang,” sebutnya.

BACA JUGA : KONSISTEN DAN INSPIRATIF, DEVELOPER MUDA INI DIANUGERAHI CEO OF THE YEAR 2019

Pollux Technopolis yang ditasbih sebagai icon baru di kota Karawang barat merupakan investasi properti terbaik di Karawang saat ini. Proyek tersebut terletak di exit pintu tol Karawang Barat tepatnya di kilometer 47. Lokasi Pollux Technopolis terbilang strategis karena berada di tengah-tengah kawasan Industri terbesar di Asia Tenggara, dimana 14 ribu hektar diantaranya hanya digunakan sebagai lahan industri.

Maka bisa dimaklumi jika lebih dari 40% hasil ekspor Indonesia diproduksi di kota ini. Selain itu, lebih dari 2000 perusahaan multinasional maupun internasional berada di sini sehingga menjadikan Karawang sangat potensial dan prospektif sebagai lokasi investasi yang akan terus berkembang dan menjanjikan, terutama pada sektor industri. Teraktual, Karawang juga terus berkembang dengan masifnya pembangunan infrastruktur dan transportasi seperti elevated toll road, kereta api cepat Jakarta - Bandung, Light Rail Transit, serta sarana seperti Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban. Greeds

 

Berita Terkait

Komentar

NEWSTICKER